BERTEMU KHAZAYN

1015 Kata
"Itu dia ..." Chesa berucap sembari menunjuk kearah Sera yang tengah berjalan seorang diri. "Dasar t***l !! Aku bilang orang yang kami cari itu seorang pria, bukannya wanita. Kau ini tuli atau apa," Mendengar makian dari Alden membuat Chesa merengsek maju dan memukul kepalanya. "Sebenarnya yang tol*l itu dirimu. Aku bahkan belum selesai bicara kau sudah menyela," maki Chesa begitu kesal. "Maksudku pria yang kalian cari, bersama wanita itu. Aku tidak sengaja bertemu mereka di toilet wanita. Dan wanita yang ku maksud ini bersamanya waktu itu. Kalian tanya saja padanya, dia pasti tahu sesuatu tentang mahkluk yang kalian cari." Tambahnya lagi mencoba menerangkan. "Salah sendiri kenapa bicara setengah-setengah. Harusnya kau jelaskan sejak tadi." "Kau saja yang bodoh, karena terlalu banyak bicara. Kau bahkan tidak membiarkan aku menyelesaikan ucapanku !!" Dan begitulah seterusnya mereka berdua bertengkar dengan beradu mulut membuat kebisingan sampai Alexis menutup telinganya. Tanpa mereka sadari bahwa Sera sudah semakin menjauh karena sibuk dengan argumen masing-masing. "CUKUP !!" Bentak Alexis yang jengah dengan tingkah kekanakan mereka. "Cepat kejar gadis itu. Jangan sampai dia hilang dan membuat kita kesulitan mendapatkan informasi." Perintah Alexis yang langsung diangguki oleh keduanya. Sementara wajah Alden, masih mengejek Chesa. "Dasar lintah menyebalkan !!" Maki Chesa sembari ikut mereka mengejar Sera. Kecepatan Alexis dan Alden membuat Chesa ketinggalan jauh. Mereka melesat cepat tanpa memperdulikan Chesa yang kesulitan menyusul mereka. Dan dalam waktu sepersekian detik, Alexis dan Alden sudah berdiri dihadapan Sera. Gadis itu terjingkat kaget dengan kehadiaran dua sosok misterius yang menghadangnya. "Si_siapa kalian. Apa kalian juga iblis?" Tanya Sera yang melihat wajah pucat Alden, namun tidak dengan seorang gadis yang cantik disebelahnya. Gadis ini terlihat seperti dirinya, tidak nampak pucat sedikitpun dan tidak ada kuku panjang yang mengerikan disana. Sera mundur perlahan untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk ingin menimpanya. Sudah cukup rasanya berurusan dengan vampir membuat Sera hampir mati karena ketakutan dan kini ... Datang lagi mahkluk seperti sebelumnya. Hanya saja sedikit tampan dan masih terlihat sangat muda. "Nona, kami tidak akan menyakitimu. Kami hanya ingin bertanya sesuatu padamu," ucap Alden dengan pelan. Namun tidak bisa menghilangkan ketakutan Sera. "Bertanya apa? Aku tidak tahu apapun. Sebaiknya kalian pergi." "Tenanglah, kami bukan mahkluk jahat. Percayalah pada kami," ucap Alexis menahan tangannya. "Aku tidak tahu apapun. Tanya saja pada orang lain." Lalu tiba-tiba Alexis dan Alden merasakan adanya energi lain. Sebuah gelombang energi yang begitu kuat dan pekat. Sesuai dengan yang dikatakan ayah mereka. Bahkan gelombang energi ini bisa dikatakan sangat dahsyat. "Gelombang energi ini ... Sangat kuat. Aku tidak pernah merasakannya sebumnya. Kekuatan nya pasti luar biasa hebat. Tapi siapa pemiliknya?" Alexis mencari kesegala arah dan tidak mendapati mahkluk yang mencurigakan. "Lepaskan gadis itu !!" Suara bariton yang terdengar berat membuat Alexis dan Alden menatap kesumber suara. Dan tiba_tiba muncul sosok yang begitu tampan, namun dengan aura yang mengerikan. "Kha ... "Khazayn?" Gumam mereka bersamaan. Namun Sera justru menatap kedua mahkluk yang tadi menghadangnya. ("Dari mana mereka tahu namanya?") Batin Sera bingung. Khazayn berkerut dalam namun tatapannya masih tajam dan mengerikan. Khazayn menggerakkan tangannya untuk membawa Sera kedalam pelukannya. "Apa yang kalian inginkan?" Tanya Khazayn dingin. Belum sempat mereka menjawab. Chesa sudah tiba dibelakang mereka dengan nafas yang masih tersengal. "Ini ... Ini dia mahkluk yang kalian cari. Dia ... Mereka hanya menatap datar Chesa yang kesulitan mengatur nafasnya namun tetap berusaha bicara sembari menunjuk Khazayn. "Ya, kami sudah tahu. Bahkan sebelum kau memberitahu kami. Kau memang tidak berguna," maki Alden sengaja mengejeknya. "Kau ..." "Berhenti." Alexis menghela mereka sebelum Khazayn melarikan diri. Sungguh perdebatan mereka bukanlah disaat yang tepat. "Kalian berdua sebaiknya bertengkar di tempat lain. Urusanku lebih penting dari pada perdebatan absurd kalian," ucap Alexis dengan wajah seriusnya. Lalu pandangan nya kembali terarah pada Khazayn yang tengah menggenggam erat tangan Sera. "Apa kau yang bernama Khazayn De Florence?" Tanya Alexis memastikan. Khazayn menyipitkan matanya menyelidiki mereka. Dan mencoba membaca pikiran mereka agar mengetahui semua rencana mereka. Dan Khazayn tidak merasakan adanya tanda-tanda bahaya dari mereka. Khazayn hanya merasakan kalau mereka memiliki tujuan penting untuk menemuinya. "Ya," sautnya singkat. "Khazayn. Kami diutus oleh ayah kami yang bernama Alger, untuk menjemputmu dan membawamu kembali kedimensi lain. Kerajaan Kenshington. Yang mana merupakan kerajaan nenekmu." "Aku tidak mau," saut Khazayn bahkan tidak berminat untuk bertanya lebih lanjut. Dan hal itu membuat Alden terperangah dengan sikapnya. "Dengar Khazayn. Kau harus kembali, dimensi kita sedang membutuhkanmu. Ayah bilang sudah saatnya kita menghancurkan mahkluk kegelapan yang tengah menguasai dimensi tempatmu berasal." Alden mencoba menjelaskan pada Khazayn tentang semua yang terjadi. Namun Khazayn sepertinya masih bergeming dan tidak tertarik dengan arah pembicaraan mereka. "Omong kosong macam apa ini? Mahkluk kegelapan? bukankah kalian juga mahkluk kegelapan?" ucap Khazayn sengaja menyindir mereka. "Benar, tapi mahkluk yang satu ini berbeda. Dia ingin menguasai dan membuat semua kaum kita menjadi b***k kejahatannya. Kita harus menghentikan nya Khazayn," ucap Alden yang mulai kesal. "Terserahlah ... Aku tidak perduli dengan itu. Memangnya aku presiden atau pemimpin sebuah negara, harus menyelamatkan dimensi kalian. Aku tidak punya urusan untuk itu. Jangan membuang waktuku, pergilah dan pulang kedimensi kalian." ucap Khazayn membawa Sera pergi dari sana dan meninggalkan mereka begitu saja. "Apaa?? Heii ..." Alden berusaha menghentikan Khazayn, namun terlambat. Khazayn sudah melesat cepat dengan membawa Sera bersamanya. "Sial ... Kenapa kita di utus untuk membawa pria arogan dan menyebalkan seperti itu !! Aku pikir dia anak baik yang menurut pada ibunya, ternyata aku salah. Sialan ... Sebaiknya kita pulang, dan katakan pada ayah bahwa si sombong itu tidak mau diajak kembali." "Tidak Alden !! kita sudah berada sejauh ini. Aku tidak suka kembali dengan membawa tangan kosong dan membuat ayah akan kecewa pada kita. Kita harus melakukan segala cara untuk membawa Khazayn bersama kita," ucap Alexis dengan tekad yang kuat. "Tapi bagaimana caranya kakak? Khazayn bahkan tidak mau mendengarkan kita. Pria egois itu lebih mementingkan urusannya sendiri," ucap Alden merasa bingung dicampur kesal. "Bagaimana dengan nasibku? Cepat kembali kan tubuhku ... Aku tidak mau memakai raga ini," ucap Chesa nyaris memelas. "Berisik !! Jangan merengek seperti bayi. Wajah jelekmu semakin terlihat jelek." Chesa tidak menanggapi ucapan Alden. Baginya meladeni sikap Alden sangat sia_sia dan membuang waktunya. Tidak ada manfaatnya sama sekali. BERSAMBUNG .... *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN