Khazayn berkali-kali mengeluarkan sihirnya untuk melacak keberadaan Sera. Tapi herannya sejak tadi dia tidak menemukan keberadaan Sera. Khazayn telah kehilangan jejaknya, bahkan keberadaan nya saat ini tidak bisa dilacak.
Sera menghilang ...
"Sial ...
Dimana Sera sekarang? Kenapa sihirku tidak bisa menembus keberadaannya !!"
"Ada apa pangeran? Kenapa kau terlihat cemas?" tanya Century yang memperhatikan khazayn sejak tadi.
"Serafina, dia menghilang Century. Aku telah kehilangan jejaknya," lirih Khazayn yang membuat Century berkerut dalam.
"Bagaimana bisa hal itu bisa terjadi. Apa itu artinya ...
" Artinya apa Century? Katakan padaku, apa yang terjadi !!"
Khazayn sekain Khawatir saat Century menggantung ucapannya.
"Pangeran. Ada mahkluk yang sengaja membentengi gadis itu, agar tidak bisa ditembus oleh sihirmu. Sepertinya ...
Serafina saat ini tengah diculik."
"Apa??
Berengsek !! Siapa yang berani melakukan hal ini."
Khazayn langsung murka. Matanya menggelap, sisi iblisnya kembali muncul saat mengetahui ada yang menculik Sera. Lalu pikirannya teringat pada kedua sosok vampir yang sempat menyuruhnya berpindah dimensi waktu itu.
"Yah,
Pasti mereka pelakunya. Awas saja !! Akan ku buat mereka musnah dan menjadi abu," gumam Khazayn dan langsung melesat mencari keberadaan kedua vampir itu.
****
Tidak sulit bagi Khazayn mencari sosok mahkluk seperti dirinya di dimensi manusia. Hanya mengandalkan gelombang energi dan prediksinya yang kuat, dia bisa dengan mudah mencari mereka.
Merasakan adanya gelombang energi dahsyat yang menghampiri mereka. Membuat Alexis dan Alden menatap waspada kesekeliling mereka. Alexis ingat betul siapa pemilik gelombang energi yang satu ini.
"Khazayn?"
Khazayn muncul dihadapan mereka dengan wajah murka. Matanya berkilat penuh amarah menatap mereka, serta kuku tajam Khazayn telah siap mencabik siapapun yang ada dihadapannya.
Sementara Chesa hanya bergidik ngeri dan bersembunyi dibalik tubuh Alexis yang lebih besar dari tubuhnya. Chesa tidak pernah melihat wujud mengerikan Khazayn seperti ini sebelumnya.
"Apa dia datang untuk ikut kita kembali, kakak?" bisik Alden disela suasana yang sangat mengerikan itu.
"Dimana kalian menyembunyikan Serafina ku?" tanya Khazayn dingin serta tatapan membunuh.
"Apa maksudmu Khazayn? Kami tidak sedang menyembunyikan siapapun !!" jawab Alexis menyela ucapannya.
"Jika bukan kalian lalu siapa lagi !! Jangan bermain-main denganku, jika kalian masih ingin hidup, maka serahkan Serafina padaku."
Emosi Alden mulai terpancing melihat Khazayn yang langsung menuduh mereka tanpa alasan yang jelas. Jika saja tangan Alexis tidak menahannya mungkin Alden sudah bertarung dengan Khazayn saat ini juga.
Alexis diam sejenak dan mengamati raut kemurkaan di wajah Khazayn.
"Bukankah kau bisa membaca pikiran? Kenapa kau tidak mencari tahu sendiri apakah Serafina benar berada disini atau tidak, Khazayn." ucap Alexis begitu tenang dan santai.
Khazayn menajamkan prediksinya dengan konsentrasi tinggi, untuk memastikan kebenaran itu sendiri. Dan benar saja ...
Serafina tidak ada bersama mereka. Khazayn bisa merasakan kejujuran mereka. Jika Sera tidak disini lalu dimana? pikirnya.
"Kami akan membantumu mencari gadis itu Khazayn. Kami memiliki keturunan bisa melacak dengan prediksi akurat. Kau bisa percayakan hal itu pada kami.
Tapi ...
Itu tidak gratis. Kau harus mau ikut kami kedimensi lain sebagai bayaran nya. Bagaimana?"
Alexis memberikan tawaran yang cukup membantu bagi Khazayn. Meskipun Khazayn sangat tidak menyukainya, namun Khazayn tidak punya pilihan lain. Dia terpaksa mengenyampingkan egonya, dia tidak bisa membiarkan Serafina berada ditangan mahkluk kegelapan terlalu lama. Resiko nya sangat tinggi. Sera bisa menjadi santapan mereka kapanpun.
Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri. Akhirnya Khazayn menyetujui rencana Alexis yang menawarkan diri untuk membantunya.
"Baiklah ...
Aku setuju. Kalau begitu tunggu apa lagi. Cepat cari tahu keberadaan Serafina sekarang !!" ucap Khazayn dengan tidak sabar.
Disaat seperti ini, pikirannya sangat sulit sekali bisa dikontrol. Khazayn melakukan segala cara untuk menemukan Sera, Meski hal itu membuatnya harus pergi kedimensi lain.
Alexis tengah berkonsentrasi untuk melacak keberadaan Sera. Tangannya terarah menuju ke utara.
Alexis memberi sebuah isyarat pada mereka agar mengikutinya. Gerakan mereka yang melesat cepat membuat Chesa kebingungan bagaimana mengimbanginya. Sampai akhirnya Alden berdecak sebal, tidak mungkin dia meninggalkan Chesa begitu saja.
"Apa kau tidak bisa lari cepat sedikit !!"
Mendengar hal itu, membuat Chesa menggertakkan giginya.
"Kau ini tol*l atau apa? Jelas aku tidak bisa mengimbangi kalian karena aku bukan mahkluk mengerikan seperti kalian !!" ucapnya setengah berteriak.
Alden memutar matanya. Dia tidak punya pilihan lain.
"Dasar menyusahkan !!"
Tanpa aba-aba, Alden langsung meraup tubuh Chesa dan menaruhnya dipundak seperti memikul karung beras.
Aaa
Belum sempat Chesa memprotes. Alden telah membawanya melesat cepat, menyusul Alexis dan Khazayn yang telah sangat jauh meninggalkan mereka. Chesa hanya bisa pasrah sembari sesekali berteriak karena merasakan pusing terombang ambing, kepalanya bahkan terasa berputar dan terasa pening. Jika disuruh memilih, Chesa lebih baik mengejar mereka dengan kakinya sendiri, meski itu sejauh apapun. Dari pada berada di posisi seperti ini yang membuat tubuhnya mati rasa.
Alden berhenti sejenak. Dan hal itu membuat Chesa sedikit lega.
"Apa kita sudah sampai?" tanya Chesa sembari memegang kepalanya yang pusing.
"Sampai apanya? Kita kehilangan jejak mereka. Ini semua gara-gara dirimu !!"
Chesa mencebik kesal. Berada didekat Alden selalu saja membuatnya naik darah. Namun saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mereka bertengkar. Mereka harus mengejar Alexis dan Khazayn sebelum terlambat.
"Kau menyalahkan aku !! Seharusnya kau salahkan dirimu sendiri karena terlalu banyak bicara, Sekarang kita harus mengejar Mereka sebelum kita benar-benar kehilangan jejak."
Dengan rasa malas, Alden terpaksa kembali membawa Chesa. Namun belum sempat dia meraup tubuh Chesa, tangan Chesa telah menahan nya terlebih dulu.
"Tidak !!
Aku tidak mau digendong seperti itu. Itu membuatku mual. Bisakah kau membawaku dengan cara yang lebih manusiawi." ucap Chesa nyaris memelas.
Alden sengaja berpura-pura tidak menanggapinya, lalu menyeringai licik. Lalu tanpa permisi Alden membawa Chesa kedalam pelukannya dan membawanya melayang keudara, hingga membuat Chesa memekik kaget dengan hal itu.
Hal yang sangat Chesa takutkan. Yaitu ketinggian. Dia benar-benar takut dan merasa ngeri. Sebab itulah dia berteriak histeris.
Aaaaa
Chesa memeluk leher Alden dengan kuat, Karena begitu takutnya. Dia tidak menduga bahwa hal seperti ini nyata. Dia terbang dan melayang diudara dengan keadaan memeluk pria menyebalkan yang selalu saja mencari masalah dengannya.
Mendengar teriakkan Chesa yang tiada henti, Membuat Alden menahan gertakkan giginya karena begitu kesal dan suaranya yang memekkakan telinga.
"Kau ini berisik sekali !! bisa diam tidak ! Jika kau masih berteriak aku akan menjatuhkan mu sekarang juga ...."