"Va, bukannya itu Mas Emil suaminya Mbak Selly? Kenapa semesra itu sama perempuan lain?" Aku dan dia masih sama-sama tercekat. Tak ada sepatah katapun yang terucap. Aku masih bengong menyaksikan pemandangan tak mengenakkan di depan mata lalu perlahan mengambil handphone dan menyimpannya sebagai bukti. Barang kali esok atau lusa memang dibutuhkan. "Va ..." Arumi kembali menyenggol sikuku. "Apa sih, Mi?" Aku pun membalasnya setengah berbisik. Masih kurekam adekan pasangan itu dari tempat dudukku. Mas Emil yang gagah itu tengah asyik bermesraan dengan seorang perempuan dengan hijab dan gayanya yang modis. Wajahnya cantik, senyumnya menawan dan tubuhnya langsing. Sepertinya Mas Emil memang sangat nyaman saat bersama perempuan itu. Entah siapa aku pun tak tahu. Kebersamaan dan keromanti

