DIARY MISTERIUS

860 Kata
Kita berkumpul di suatuh tempat. Tempat ini tidak jauh dari sekolah. Sebuah gedung yang tidak terpakai, namun cukup terawat. Haris menghidupkan saklar lampu, dengan sedikit kelap-kelip lampu tersebut nyala. Sebuah sofa lusuh, lengkap dengan meja, kini dapat ku lihat. "Apa yang kalian bawa?" tanya Langit, aku mengeluarkan map yang ku dapatkan. Kami membuka map tersebut. Sebuah kertas biodata bernama Valeri Angelista. "Valeri Angelista, angkatan tahun 1995." Aku membacanya di depan mereka. "Bukan hanya sebagai siswi, Valeri juga sebagai model ternama di kota ini. Valeri di temukan meninggal di lorong lantai 3 asram putri. Dengan darah yang membalut tubuhnya. Saksi mata mengatakan Valeri nekad pulang jam 12 malam lewat 15 menit. Sampai sekarang polisi tidak bisa mengusut kematian Valeri, karena ada beberap hal janggal. Akhirnya sekolah memutuskan untuk menutup khasus ini. Jakarta, 12 November 2016. Di tulis oleh Rindu Sartika Dewi." Aku selsai membaca sekilas kerta pertama itu. Membuat mereka semua menatap ku. "Lanjut!" perintah Haris, aku pun membuka lembaran kembali. "Linda Ceritya, angkatan tahun 1998." "Linda Ceritya, merupakan siswi yang mendapat geler cantik di sekolah ini. Linda Ceritya juga anak yang smart, supel, dan merupakan anak seorang pengusaha China. Pada tanggal 20 April 1998, Linda di temukan tewas di lorong lantai 3 asrama putri. Jasadnya tergantung di koridor tersebut. Namun yang membuat polis bingung, mengapa sekujur tubuhnya berlumuran darah. Bahkan dari beberapa siswi penghuni asrama pernah mengaku melihat hantu Linda. Konon katanya, hantu Linda berwajah seram, kulitnya mengelupas, dengan tali tambang di lehernya. Hantu Linda juga membawa sebilah pisau di tangannya. Namun, setelah di usut pihak sekolah. Hantu Linda hanya sebuha omong kosong belakang. Jakarta, 20 November 2016. Di tulis oleh Rindu Sartika Dewi." Aku membuka halaman lagi, dan membaca semuanya. "Sofita Anggraini, Angkatan tahun 2013." "Sofita Anggraini, merupakan anak dari ibu Ningrum, guru kesenian. Sofita adalah ketua eskul cheerleaders sekolah ini. Sofita berpacaran dengan William, lelaki berkebangsaan Belanda. William sendiri merupukan captain tim basket. Namun, kehidupan Sofita tidak berjalan mulus. Sofita kerap kali di bully lantaran menjalin hubungan dengan William. Saat pertengahan agustus, Saofita di temukan tewas di lorong lantai 3 asrama putri. Banyak siswi mengatakan Sofita stres karena sering di bully hingga akhirnya meninggal karena membenturkan kepalanya pada dinding. Sampai sekarang, tidak ada yang tahu pasti. Penyebab meningglnya Sofita. Jakarta, 18 Desember 2016. Di tulis oleh Rindu Sartika Dewi." "Dari apa yang lo baca Ser, gue tahu satu hal. Semua korban memiliki daya tarik tersendiri. Mereka orang-orang popular di sekolah kita. Bukan hanya popular mereka juga  memiliki wajah yang katanya cantik." Aurel sudah menarik kesimpulan. "Bukan hanya itu Rel, setelah gue hitung-hitung, ternyata jarak mereka meninggal tiga tahun. Dan mereka juga di temukan di lorong lantai tiga," sambung Langit, kami mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh Langit. "Terus, penulis artikel ini bernama Rindu Sartika Dewi. Bahkan semua artikel ini di tulis oleh si Rindu,." tambah ku. "Tapi kenapa si Rindu, cuma berhenti di tahun 2013? 2016 tidak ada?" ujar Haris heran. "Mungkin saja, di tahun 2016 Rindu  udah lulus," kata Aurel. Iya, bener kata Aurel. Mungkin saja 2016 tepat dengan Rindu yang sudah lulus dari sini. "Oh iya Rel lo sama Langit dapat apa?" tanya Haris. "Gue dapat sesuatuh yang sangat sangat mengejutkan!" seru Aurel membuka tasnya. Aku melihat Aurel mengekuarkan sobekan koran kumuh. Kami menatap sobekan koran tersebut. "Misteri hilangnya bus SMA Gemilang saat Camping Tahunan 2016?" begitulah yang k*****a dari sobekan koran tersebut. "Guys! Ada rumor yang mengatakan setiap 3 tahun sekali SMA kita mengadakan Camping Dan katanya juga akan ada satu bus yang hilang. Apa kalian percaya?" tanya Aurel menatap kami satu persatu. "Kalau apa yang lo ucapkan benar, berarti tahun angkatan kita sekarang.  Akan mengadakan Camping, tersebut?" ucap Haris mengelus dagunya. "Benar, tahun kita akan mengadakan Camping, " balas Aurel. Suasana hening menyelimuti kami. Kami terdiam cukup lama, larut dalam pemikiran kami masing masing. Aku melirik jam tangan di pergelangan tangan ku. Setelah 10 malam. "Guys, kayaknya kita harus balik ke asrama," saran ku, mereka mengangguk. Dan memasukan kertas kertas kedalam tasku. Kami keluar dari gedung tersebut. Kami berpisah di depan asram. Aku mengandengan Aurel takut. Mengingat malam ini hampir pukul 10 malam. Tiba-tiba, Aurel menarik tanganku kembali. "Kenapa?" bisik ku was-was. Aurel tidak menjawab, tak berapa lama suara langkah kaki terdengar. Bu Lita, dan juga asistennya melewati lorong sepi ini. Tapi ada yang aneh, mereka mengunakan pakaian serba hitam. Bola mata ku melebar, ketika melihat sebuah arwah melayang di belakang mereka. Aurel membekap mulut ku, agar aku tidak menjerit. Langkah mereka sudah jauh, Aurel membuka bekapan mulut ku. "Rel tadi?" Aku tidak bisa berkata kata. "Gue yakin Ser, semua ini ada hubungannya. Misteri kematian mereka dan juga kepala asrama," ujar Aurel. ***** Aku nyalakan AC, begitu sampai di dalam kamarku. Aku duduk di ranjang, melepas sepatuku. Setelah itu berjalan menunju kamar mandi. Rasanya sangat gerah. Aku putuskan untuk mandi, ku nyalakan kran air. Hangat, air hangat menguyur tubuh ku. Seketika bulu kuduk ku merinding. Ku usap pelan tengkuk ku. Segera ku ambil handuk dan pergi dari kamar mandi. Untuk saja aku sudah selsai mandi. Keluar dari kamar mandi aku memakai piyama tidur. Setelah itu aku duduk ranjang, memngeringkan rambutku. Ku buka tas ku, untuk mengeluarkan berkas berkas tadi. Kening ku berkerut ketika melihat sebuah buku bersampul coklat. "Diary?" Diary yang ku temukan di ruang tata usaha tadi. Ku buka halaman pertama Dairy tersebut. "Rindu Sartika Dewi."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN