Ada kalanya setiap usahamu terbayar lunas, apalagi ia mulai memberi perhatian yang membekas. *** Motor warna biru itu menerobos celah-celah yang bisa dilaluinya asal dalam posisi aman dan tak terlalu mepet, biasanya kalau sendirian Bangkit suka lebih kencang mengemudikan kuda besi miliknya, kali ini ia membawa Permata, jadi harus serba hati-hati. Pukul tujuh kurang lima belas Bangkit menjemput gadis itu di rumahnya, seperti janji yang sudah terucap kemarin karena sepeda Permata dititipkan di sekolah, jadi hari ini Bangkit bertanggung jawab mengantarnya ke sekolah, lagipula hal itu membuatnya senang karena jok belakang motornya jadi tak sepi lagi. Ada gadis yang ia sebut 'sapisial' ikut bersamanya. Permata hanya diam, kedua tangannya juga terlipat di d**a, sesekali Bangkit meliriknya le

