Biar saja jika senja bosan dengan sore hari, biar saja jika bulan tak mau hadir lagi, yang penting satu; tetap bersamaku. *** Sabtu malam yang sepi, pukul sembilan tepat Permata naik ke atas ranjangnya untuk bersiap tidur, ia sudah mematikan lampu kecuali kamarnya sendiri karena memang Permata tak biasa terlelap dengan suasana gelap, meski kehadiran hantu bukanlah alasan yang tepat untuk itu. Dia menarik selimutnya, memukul bantal agar lebih empuk lantas baru meletakan kepalanya di atas sana, ia menatap langit-langit kamarnya untuk sesaat, barulah setelah itu memejamkan matanya. Tok-tok-tok! Belum ada lima detik matanya terpejam terdengar suara jendela kamarnya diketuk, gadis itu membuka mata lantas beranjak duduk sembari menatap ke arah jendela yang tertutup tirai warna putih. Tok-t

