31.

1190 Kata

Biar saja duka meluncurkan air mata, sebab akan ada jeda untuk luka yang melebur dalam tawa. *** "Jadi, lo beneran pacaran sama Kak Bangkit? Berita yang lagi rame itu bukan hoax belaka 'kan?" Amira seperti seorang wartawati yang sibuk mengorek informasi selengkap mungkin dari narasumber yang notabene teman sebangkunya. Permata hanya mengangguk, ia meletakan kepalanya di atas meja lantas memejamkan mata mumpung guru sedang keluar dari kelas. "Gila! Ini tuh amazing banget tahu, Ta! Lo pasti bikin iri banyak orang sekaligus ... nyinyiran sih pasti." Permata enggan menjawab, dia tak mau ambil pusing atas cibiran orang-orang khususnya mereka yang begitu mengidolakan sosok si kembar. Permata tak pernah mencampuri urusan orang lain, tapi jika orang lain ikut campur masalahnya atau ingin menj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN