"Ini beneran orang yang namanya Angra kan?" ulangku entah kesekian kalinya. "Benar Herlena, dia Angra. Kamu engga percaya? Kenapa memangnya?" Tidak kujawab, kupilih menikmati segelas jus alpukat didepanku. Sebulan lalu, saat aku seolah kembali ke masa lalu wajah Angra tidak seperti sekarang sangat berbanding terbalik. Iyasih, mata dan hidungnya hampir mirip tapi penampilannya? Berbeda sekali. "Oh jadi sekarang kamu gabung sama anak geng motor?" lamunanku buyar, mataku mengerjap beberapa kali mendengar apa yang barusan Lexion katakan. Kupilah penampilan Angra pagi ini, celana jeans robek dibagian lutut, baju kaos hitam ditemani jaket kulit. Topi hitam menghiasi kepalanya, memakai sneakers putih. Kemarin, yang kulihat adalah Angra memakai pakaian layaknya seorang pemulung. "Ya gitu

