Angra mengetuk-ngetukan jarinya diatas meja, menatap malas tumpukan buku yang asisten Andatio bawakan untuknya. Bukannya malas belajar hanya saja ini sangat berlebihan dalam memulai dunia perkuliahan, apalagi kan harus menunggu semester baru dulu. Jangan berpikir Angra akan langsung masuk kuliah, nyatanya ia harus kesana kemari kerumah lamanya mencari ijasah ataupun mengurusnya. Ya, sempat sekolah tapi sudahlah. Tidak perlu Angra pikirkan, walaupun nilainya sangat memprihatinkan karena Angra sering bolos dulu tapi setidaknya masih bisa lulus. Itupun kadang masuk kadang juga tidak, kadang kala Angra akan dipaksa oleh kakaknya hingga sampai gerbang sekolah. Setiap pulang sekolah hanya menetap di rumah pohon, sempat melanjutkan setelah kejadian itu tapi sudahlah, terlalu panjang dan memus

