Bergantung pada Kikan (2)

1503 Kata

“Beng Kei!” “Hmm?” “Eke me nenye seseete hel penteng!” “Hmm??” “Epe bener beng Kei kecewe seme Mbek Venele kerne dee keber ke Peres?” “Hm?!” “Beng Kei kecewe seme Mbek Venele kerne dee keber ke Peres!” ulang Kikan ngegas. Kaisar sudah tak mampu menahan perang emosi di dalam dirinya, sejujurnya dia tak suka jika Kikan menyinggung hal tentang Vanila, tetapi sebab cara bicara Kikan yang kaku akibat wajahnya yang sedang maskeran dan tak boleh retak maka seolah semua vokal kalimat terdengar dengan huruf E. “Beng Kei, jeweb!” paksa Kikan sehingga Kaisar bangkit dan terduduk di kasur. Dua buah potongan timun jatuh dari matanya, lalu dicabutnya sheet mask yang dari tadi menutupi wajah tampan Kaisar. “Kenapa kamu nanyain itu sih?” tanya Kaisar geram. Ya, bagi Kaisar pertanyaan Kikan memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN