“Ahh … Kikan, aahh …!” “Kenapa Bang? Nikmat gak?” “Aahh … pelan-pelan dong, kamu ekstrem banget?” “Ekstrem apa? Ini gak ada apa-apanya kali. Nanti kamu harus terbiasa ya, Bang?” “Aaarrgh … madafakaa!” Mawardi menatap dinding dengan mata membola, ia mengepalkan tangannya. Bagi Mawardi, Kaisar adalah pria yang kasar. Dia bertekad untuk membela kakaknya. Dengan segenap keberanian dia keluar dari kamarnya. “Cukup! Cuma gue yang boleh kasar sama Kikan! Cowok lain jangan! Sekalipun dia suami Kikan, dia tetep gak boleh kasar sama kakak gue! Awas lo Bang Kai!” Mawardi berancang-ancang di depan pintu kamar kakaknya dan detik berikutnya ia menendang pintu tak berdosa itu. Memang pintu itu tidak di kunci, jadi dengan sekali tendang pintu tersebut terbuka, membuat Kaisar dan Kikan serempak meno

