Malam = Panas

1575 Kata

Pukul tujuh malam di rumah kediaman Pak Atang. Selepas sholat isya berjamaah di masjid, pak Atang memboyong Kaisar pulang ke rumahnya untuk makan malam. Mawardi sudah menggelar karpet untuk makan bersama, maklum, keluarga berekonomi minimalis ini bahkan tidak memiliki meja makan keluarga sehingga harus makan di lantai. Maka, begitu dalam keluarga pak Atang mengucap syukur saat seserahan Kaisar membawa barang-barang yang bermanfaat serta segala kebutuhan pernikahan Kikan, keluarga Kaisarlah yang tanggung. Kaisar menatap satu persatu lauk yang dihidangkan, bukan karena makanannya tidak menggugah selera tetapi ia ingat betul bahwa ini adalah menu di acara pernikahannya tadi. “Kenapa makanannya diliatin aja Bang? Ayo makan!” ajak Mawardi yang lebih dulu mengambil nasi hangat tersaji dari mag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN