“Hah? Serius Mbak Arin ngomong gitu?” tanya Kikan dengan mata membulat sempurna, saking kagetnya seolah bola mata Kikan akan melompat dari tempatnya jika Kaisar tak segera menyadarkan Kikan bahwa ekspresi terkejutnya terlalu berlebihan. “Serius Mbak Arin mau ngurusin perceraian dia sama Bang Sat?” ulang Kikan lalu melirik Vanila yang masih tak bergeming di tempatnya. “Itu sih pesen dia sebelum dia bener-bener matiin telponnya,” jawab Keenan menjelaskan. “Mbak Arin pasti kecewa banget!” gumam Kikan, kini dia pun hanya mampu diam takt ahu harus berbuat apa. Semua orang yang berkumpul menjadi bisu dalam satu waktu, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kenapa masalah mereka sampai serumit ini? Kenapa jadi banyak orang lain yang terlibat? Dan kenapa sampai ada satu rumah tangga yan

