“Kok ada ya, orang yang tega banget sama bang Kai …? Kayanya mereka bukan orang deh, tapi titisan dajjal!” geram Kikan menggerutu sambil melihat sosok suaminya yang tertidur pulas di sampingnya. Setelah satu jam yang lalu, Kaisar terlelap setelah menceritakan potongan masa lalunya pada Kikan, Kikan jadi gelisah sendiri. Dia seolah tak punya perasaan yang jelas, kekecewaan, amarah, emosi, kesal, sedih, semuanya berkecamuk menjadi satu. Perasaan-perasaan negative itu saling bergejolak sehingga ingin memarahi dan melampiaskannya pada Kaisar yang terdengar bodoh dalam ceritanya sendiri, tetapi Kikan menahannya sebab logikanya masih jalan, Kikan tahu bahwa Kaisar adalah korban di masa lalu, dan Kaisar tak berhak mendapat hujatan dari istrinya sendiri. Kikan semakin mengepalkan tangannya denga

