Berdamai

1426 Kata

“Bang Kai … jangan mati dulu bang! Aku belom minta maaf, aku gak mau jadi istri durhaka, bang Kai banguuunnn!!!” ujar Kikan terisak, ia mengguncang tubuh yang terbaring di atas ranjang, sementara kedua kakinya sudah terasa lemas. Kikan berlutut sambil terus mengguncang tubuh itu. Tak berani untuk menurunkan selimut yang menutupi sekujur tubuh, dia belum siap jika harus melihat wajah Kaisar yang pucat dan tak bernyawa. “Huuueeee ….” “Neng …?” Kikan membuka matanya, dia terkejut melihat sebuah tangan membuka selimut itu. Begitu selimut diturunkan, nampaklah wajah pria tua dengan rambut putih, beruban semua. “Neng kunaon? Neng cageur? (Neng Kenapa? Neng Sehat?)” “Astagfirullahaladzim!” Kikan tersentak, nyatanya dia salah orang. Bisa-bisanya dia menangisi orang yang salah. Malu membuat wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN