“Euungghhh …,” Kikan melenguh, berusaha merenggangkan otot-otot tubuhnya sebelum ia bangun. Tidurnya nyenyak, bahkan sangat nyenyak, sampai dia tidak menyadari bahwa matahari sudah terbit. Alarm dari ponselnya tidak berbunyi sebab ponselnya mati. Kikan berupaya menggapai ponsel milik Kaisar di nakas untuk melihat waktu. Kedua matanya membola saat melihat jam menunjukkan pukul tujuh pagi. “Yah! Telat!” pekik Kikan. Dia menoleh pada suaminya yang tidur dengan memeluk pinggang Kikan. Tidur nyenyak seperti bayi dengan perut terisi penuh. Kikan menatap baik-baik wajah pria di sampingnya itu. Alis hitam dan rapi, bulu mata panjang, hidung mancung, rahang tegas dengan bibir sehat pink alami. Kaisar benar-benar hidup sehat, sebab dia tak pernah sembarangan makan, tidur tepat waktu, tidak merokok

