“Udah … cepet dimakan es krimnya, nanti meleleh.” Kaisar tak henti-hentinya menghibur istrinya itu. Semenjak keluar dari mini market barusan, Kikan masih saja murung, wajahnya ditekuk dengan mulut cemberut, meski Kaisar sudah membelikan es krim dan cokelat pun, Kikan tetap saja dalam keadaan badmood. Kaisar menjadi serba salah sebab Kikan baru pertama kali merajuk, ngambek seperti ini seolah-olah Kaisarlah yang berbuat salah dan sangat berdosa padanya. “Sayang kenapa? Masih bete gara-gara bocah ABG itu?” tanya Kaisar dengan nada lembut, berharap Kikan mau buka suara. “Pikir aja sendiri!” jawaban ketus dari Kikan membuat Kaisar terhenyak, apalagi jawaban dari Kikan sangat menyulitkan! Lebih sulit dari kode morse atau memecahkan sandi negara, hal yang paling sulit bagi Kaisar adalah ketik

