“Hay, aku Vanila.” Keempat pria itu terperangah. Kaisar, Satria, Keenan, bahkan Kurta menatap wanita bernama Vanila dengan mata membola dan mulut sedikit terbuka. Kikan yang melihat ekspresi spontan dari keempat pria itu sudah bisa menebak, pasti para pria itu terpesona pada Vanila. Begitu juga dengan suaminya, Kaisar. ekspresi Kaisar sama seperti ketiga temannya. “Hey! Mau pada bengong sampe kapan? Pulang yuk? Mall udah mau tutup nih!” ujar Kikan sambil menjentikkan jarinya membuat keempat pria itu tersadar, sementara Vanila hanya terkekeh pelan sambil menutup mulutnya dengan anggun. Benar-benar cantik dan tingkah lakunya yang lemah lembut berhasil menyita perhatian para pria itu lagi. “Mbak, aku sama suamiku mau pulang, Mbak pulangnya gimana?” tanya Kikan pada Vanila seraya mengganden

