Prom

1929 Kata
Sinar mentari yang mengintip melalui korden,menandakan hari sudah pagi. Ke dua gadis yang masih meringkuk di balik selimut seakan tidak terganggu. Dering ponsel yang berkali-kali berbunyi pun seakan terasa nyanyian pengantar tidur. Plastik bekas keripik bercecer di lantai kamar. Beberapa kaleng minuman dingin beserta kulit kacang yang berserak menghiasi meja. Di sisi lain. Seorang pria paruh baya yang di dampingi wanita seumuran dengan nya sedang asik menikmati teh di teras depan. Tak lama sebuah mobil besar memasuki pelataran Mansion nya. Dengan sigap ia melangkah ke depan teras rumah dengan di ikuti sang istri. Ke dua paruh baya tercengang melihat apa yang berada di depan nya. Mobil sport dengan modifikasi super mewah di turunkan. Sedangkan di belakang, seorang pria baru turun melangkah mendekati. “selamat pagi paman,bibi..” sapa Migael. “pagi” jawab ke duanya Pria paruh baya itu menjawab singkat dan mengalihkan kembali pandangan nya ke arah mobil sport super mewah yang kini sudah menghiasi depan Mansion nya. Migael yang memang tahu apa yang ada di pikiran pria paruh baya itu, ia lalu bersuara “ itu mobil, milik Elvrince paman” seru Migael. Tanpa disuruh, Migael berjalan melewati kedua paruh baya itu dan duduk di kursi yang di tempati mereka tadi. Beberapa biskuit yang khas selalu ada di rumah Elvrince. Tanpa menunggu lagi, ia menyambar toples itu dan mulai melahap nya. Tak ada jawaban. Pria paruh baya itu menoleh ke arah Migael dengan tatapan menelisik. Sedangkan sang istri pria paruh baya hanya diam dengan expresi datarnya. Dua gadis nya yang nakal itu pasti balapan lagi. “benarkah Apa yang kau katakan nak.” Kata pria paruh baya yang menaruh curiga dan pandangannya masih fokus dengan mobil yang di turunkan. Migael yang tak tahu apa-apa dengan polos nya mengangguk pasti. “paman tahu,Dragon Light beralih ke tangan Nancy. Sungguh malam keberuntungan untukku juga. Karena dengan mereka menang, aku bisa memiliki mobil keren gratis” jelas Migael sambil terus mengunyah biskuit tanpa menoleh ke arah pria paruh baya. “Bibi...biskuit buatanmu selalu enak” imbuh nya lagi sambil memeluk toples. Mendengar ocehan Migael yang mengalir deras tanpa batas, sontak membuat pria paruh baya itu menoleh dan menghampiri Migael yang sedang duduk asik dengan biskuit. Ia menggebrak meja kuat hingga membuat Migael bergidik ngeri dan cangkir teh yang di atas meja terhentak hingga menimbulkan suara triing. Migael mendongak dengan pandangan ketakutan karena kini mata tajam ayah Elvrince menatap dirinya seolah seperti akan menguliti hidup-hidup. Dengan pelan ia menutup toples dan meletakkan di atas meja. “kenapa kau tak mengatakan padaku atau bodyguard ku” bentak ayah Elvrince. “Ma-maaf kan a-aku pa-paman” jawab Migael terbata. Keringat dingin mulai muncul di kening nya. “Sudahlah dear...Elvrince kan sudah dewasa. Apa salahnya memberikan dia kebebasan sebentar. Selama ini dia selalu mengikuti ucapanmu kan?” ucap sang istri dengan selembut mungkin. Pria paruh baya itu pun akhirnya menyerah pasrah. Benar yang dikatakan sang istri. Ia duduk dan mengatur nafasnya agar kembali normal. “jadi. Tadi malam bukan pekan raya yang di kunjungi, melainkan area balap?” cercah pria paruh baya dengan bersedekap d**a. “kalau saya jelaskan, apakah biskuit itu boleh saya makan, paman?” jawab Migael sambil menunjuk dengan dagu. Pria paruh baya itu memutar bola matanya asal dan mengangguk. Mendapat persetujuan sang pemilik, ia menyambar lagi toples biskuit. Dan wanita paruh baya itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan. “Jadi. Kemarin saya mendapat email tentang peralihan singgasana Dragon light. Felix menantang Nancy. Ia juga menyediakan pembalap andalan miliknya. Saat aku menyampaikan pada nya, El juga ada. Paman tahu sendiri bagaimana El sangat menyukai dunia itu” jelas Migael. Ia tak tahu, hadiah apa yang ia dapatkan dari Nancy nanti. Helaan nafas berat terdengar. Bahkan lebih berat. Yang artinya pria paruh baya itu sedang menahan amarah nya yang siap meledak. Ia memijat batang hidung nya. Putrinya yang keras kepala dan susah di atur selalu membuatnya frustasi. Jangan kan mobil sport yang harga nya ratusan juta. Pabrik nya pun akan ia beli kan untuk putri tercintanya. “kau jaga mereka Migael. Aku sudah pusing memikir kan mereka. Aku ada janji dengan Edruze.” Ucap nya sambil beranjak pergi. “Bibi, apa mereka belum bangun?” tanya Migael pada wanita paruh baya depan nya. “mereka pulang jam tiga pagi, dan baru terlelap jam lima pagi. Tentu akan susah untuk di bangun kan.” Jawab nya. “Baiklah bi. Sambil menunggu mereka bangun,aku akan menemui Miu dulu.” Ucap nya sambil beranjak “sejak kapan kau dekat dengan Miu?” seru wanita paruh baya. Ibu Elvrince. “Upps.bibi ini rahasia kita,oke” ucap nya dengan nada berbisik. (Miu adalah anak kepala koki di rumah Elvrince) Setelah membisik kan sesuatu pada ibu Elvrince, ia melesat masuk. Berjalan menelusuri lorong dan ruangan besar. Mencari sosok gadis yang diam-diam ia sukai. Berbagai tempat ia hampiri dari dapur,paviliun,bangku duduk dekat kolam,dan terakhir Taman samping. Disini lah gadis nya sedang duduk. Entah hal apa yang membuatnya begitu asik dan tak menyadari ada seseorang duduk disamping nya. Di dalam kamar, di mana dua gadis yang masih nyenyak dalam mimpi indah nya harus terusik. Siapa lagi kalau bukan ibu Elvrince. Di belakang nya para asisten rumah tangga sudah berjajar. Ibu Elvrince memerintahkan para asisten untuk membersihkan kekacauan yang di ciptakan dua gadis nya. Ia pun naik ke ranjang dan berbaring di tengah-tengah sambil mengomel. Yah. Itu lah kenapa Nancy menyebut nya cerewet. Sang ibu yang masih mengomel di samping telinga ke dua nya, tiba-tiba dua lengan melingkar ke perutnya. Ia tersenyum lalu mengusap lengan ke dua nya. Dua gadis nakal nya akan selalu bermanja pada nya. “sebentar lagi para desaigner akan datang, apa kalian masih tidak mau bangun.” Ucap nya lembut. “Sebentar lagi mommy” jawab nya bersamaan. “kalau begitu, mommy akan mencoba Ferrari silver keren yang ada di depan rumah” ucap nya sambil melepas belitan lengan dua gadis. Mendengar Ferrari, sontak mereka terduduk. Nancy dan Elvrince memandang satu sama lain dan berkata dalam isyarat mata. Mereka menyibak selimut dan berlari keluar kamar. Bahkan penampilan nya yang acak-acak an , muka bantal nya khas bangun tidur, tak di hiraukan. Sang ibu hanyak menggeleng. Ia memang tahu kalau putri nya sering mengikuti balap liar. Ia selalu menempat kan mata-mata untuk mengawasi putri nya. “Ya Tuhan...ini lebih keren dari yang ku lihat tadi malam” seru nya sambil menghampiri mobil. “jika kau mau, daddy masih bisa membelikan 10 yang seperti itu” jawab nya sambil memutar bola mata nya. “Tapi ini usaha ku sendiri. Kalau beli pakai uang daddy itu sudah biasa” ucap nya dengan memasuki mobil sport dan di ikuti Nancy yang juga masuk dan duduk di bangku sebelah kemudi. “wow! Amazing!” pekik Nancy begitu mengamati bagian dalam mobil. “Sudah ku bilang. Ini lebih keren dari tahta itu” Senyum miring, Elvrince sungging kan. “El. Astagaaa! Selera mu benar-benar ber kelas. Aku bahkan sudah menduga ketika akan menyabotase mobil ini.” Ujar Nancy yang geleng-geleng tidak percaya karna takjub dengan modifikasi nya. Mobil sport ini tak hanya keren tapi mirip detektif ke dua. Mobil ini mirip seperti mobil kakak nya. Pria itu sepertinya bukan pria sembarangan. Jika di lihat dari mobil yang di miliki. Apa mungkin dirinya akan menyelidiki tentang pria itu. Entah mengapa ada hal yang begitu mengganjal di hati nya. Ia hanya takut jika dugaan nya benar, apa lagi jika terbukti punya kerja sama dengan saang kakak. Bisa-bisa kakaknya akan mengobrak-abrik dunia nya. Setelah hampir satu jam lama nya, Elvrince dan Nancy berkeliling dengan mainan baru nya. Kini mereka harus duduk manis menyaksikan para designer menawarkan berbagai gaun dengan berbagai model dan belahan. Kini Mansion itu berubah menjadi butik dadakan. Atau lebih tepat nya mall dadakan. Perancang gaun ternama di kota yang menjelaskan detail setiap gaun, deretan tas dengan berbagai merek ternama juga di datang kan, sepatu dan high heels, juga segala aksesoris yang akan mereka butuh kan. Sikap overprotektif orang tua Elvrince memang tak pernah di ragukan. Mereka benar-benar tak mengijinkan untuk keluar rumah. Bukannya Elvrince tak bersyukur, akan tetapi baginya sungguh keterlaluan. Ia juga ingin hidup seperti gadis lain yang bebas kemana pun. ia juga ingin berbicara pada orang lain, berada di kerumunan layaknya orang normal. oke. Ia akui, lagi-lagi kelebihan materi keluarga nya harus jadi penghalang. Apa pun keputusan Daddy tidak akan lagi menghalangi impian nya. Cukup bertahan sampai prom. Sedikit lagi. Empat jam pemilihan gaun akhirnya selesai. Elvrince memilih gaun berwarna hitam tanpa lengan dengan belahan d**a yang tidak terlalu rendah dan belahan bagian bawah yang panjang sampai mata kaki dan terbuka sampai separuh paha membuat dirinya terlihat sexy. Sedangkan Nancy. Ia memilih gaun berwarna putih dengan panjang sebatas lutut, bagian atas bertabur beberapa batu berlian. Satu minggu kemudian... Momen yang di tunggu pun tiba.malam dimana para siswa yang biasa memakai seragam kini hadir dengan bermacam-macam gaun yang indah dan mewah. Polesan make up yang sempurna, gaya rambut yang di tata berbagai model. Aksesoris dengan harga jutaan dollar melekat indah. Para pria juga tida kalah keren, setelan jas mahal dengan beberapa brand ternama mereka kenakan. Sepatu mengkilat dan rambut yang di tata rapi layaknya direktur. Tempat untuk Prom tidak di adakan di Hidden Side, melainkan di sebuah hotel termewah di London. Karpet merah yang yang terbentang panjang dari lobbi hingga aula utama. Dekorasi yang bertabur bunga dengan kelambu putih, lampu Led yang di pasang menggantung, cahaya lampu yang tak begitu terang, lampu kristal yang tepat di tengah ruangan menggantung indah. Sebuah mobil sport Ferrari dengan modifikasi yang menakjubkan memasuki area hotel. Semua mata tertuju pada mobil itu, meski semua yang hadir membawa mobil sport termewah mereka. Namun hanya Ferrari yang baru datang, menjadikan objek paling menarik yang tidak boleh di lewatkan. Di belakang nya juga tidak kalah menakjubkan. Mobil sport jenis Porsche yang telah di modifikasi luar biasa keren. Seorang gadis dengan balutan gaun yang indah dan mewah, keluar dari mobil yang sejak tadi menyita puluhan pasang mata. Salah satu gadis menghampiri dan mereka melangkah dengan anggun di atas karpet merah. Layaknya model ternama. dua gadis itu bahkan mengabaikan tatapan kagum semua yang ada. Mereka terus berjalan memasuki ruangan dan berkumpul dengan para siswa lain. Dua gadis itu ialah Elvrince dan Nancy. ‘’tidak sia-sia aku menukar tahta itu’’ ucap Elvrince lirih ‘’yeah.kau lihat sendiri mereka takjub pada mobil itu. Bahkan mereka tidak tahu kalau itu hasil rampasan’’ jawab Nancy pelan dan di iringi tawa ke dua nya. Acara begitu meriah.kebahagian terpacar di wajah semua orang. Malam bersejarah juga malam terakhir untuk mereka. Karena setelah prom ini berakhir mereka akan mulai menentukan jalan masa depan masing-masing. Kini tiba acara inti yaitu berdansa dengan pasangan nya. Mendadak suasana menjadi hening. Elvrince dan Nancy yang memang dari tadi hanya menikmati hidangan yang tersedia atau sedikit minum, karena hanya mereka yang tidak memiliki pasangan. Jadi ke dua nya lebih memilih duduk dan menyaksikan dansa. ‘’selamat malam semua. Aku ingin mempersembahkan satu lagu untuk wanita tercantik bergaun hitam yang sedang duduk bersama sahabatnya’’ suara lantang dari atas panggung tengah aula yang menggema. Dua gadis yang sejak tadi sibuk dengan makanan, sontak terdiam saat seruan lantang masuk ke gendang telinga nya. Mereka saling memandang lalu Elvrince menunduk mengamati gaun yang di pakainya. Ia mendongak menatap Nancy menanyakan dengan isyarat mata dan nancy hanya mengangkat bahu nya. Mereka pun memutuskan untuk melihat ke depan. Sontak mata Elvrince membulat tak percaya. Garpu dan sendok yang ia pegang tanpa sadar terlepas membentur piring hingga menimbulka bunyi Triiiing Glekk. Tenggorokan mereka terasa tercekat kala mengarahkan pandangan nya tepat di tengah aula. seorang pria tampan dengan setelan jas mahal. badan nya yang tegap dan berwibawa, suara tegas yang khas saat berseru.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN