Elvrince dan Nancy tidak menyangka dengan apa yang dilihat nya saat ini. Bagaimana mungkin ini terjadi. Dari mana pria itu tahu kalau malam ini ada Prom. Tempat pelaksaan nya juga di hotel milik keluarga Nancy. Bagaimana juga pria itu bisa masuk, karena yang hadir di sini hanya para siswa Hidden side. Tanpa identitas sekolah maka, akan ditolak untuk masuk. Lebih mencengangkan lagi, dengan berani nya bersuara lantang ditunjukkan pada Elvrince. Apa katanya tadi. Menyanyikan lagu untuk Elvrince. Hello.tidak ada satu pun ada yang berani mengusik nya selama ini, dan malam ini. Pria asing yang tidak di kenal berseru lantang. Oke. Mereka berdua kini fokus ke arah depan dan melupakan makanan nya tadi. Hiburan apa yang akan sang pria itu berikan. Sedikit menegakkan badan dan bersedekap tangan, pandangan mereka lurus menatap sang pria yang berada di atas panggung.
Seorang aparat yang mendapat telepon dari pria ternama di London, dengan sigap memerintahkan kepada pasukan nya untuk bersiap. Malam nanti akan ada acara party di sebuah hotel nomer satu di London. Dan ia akan memberikan aparat terbaiknya. Sedangkan dirinya juga akan ikut serta, namun ia tidak memakai seragam. Hanya untuk berjaga-jaga di dalam jika ada sesuatu yang mencurigakan. Saat ia berada di persimpangan, pandangan nya tidak sengaja melihat sebuah mobil Ferrari silver yang pernah dirampas oleh seorang gadis kecil. Ia mengikuti kemana arah mobil itu melaju. Sesaat kemudian, keningnya sedikit berkerut. Jalan yang ia lalui saat ini adalah jalan kemana dirinya akan tuju. Mobil sport silver memasuki area Hotel. Senyum miring penuh arti ia sunggingkan. Setelah beberapa menit, ia melajukan mobil nya memasuki lobbi hotel. Kehadirannya tentu saja akan di terima baik dimana pun berada. Jabatan tertinggi juga ketangkasan nya dalam memecahkan berbagai masalah membuat namanya di kenal di berbagai negara. Diego Celio. Inspector handal yang mobil nya di rampas Elvrince tempo hari dalam perebutan tahta Dragon Light.
Petikan senar gitar dan alunan nada yang mulai masuk ke gendang telinga. Sebuah lagu berjudul see you again by Wiz khalifa feat charlie puth terdengar lembut, bagian reff begitu sempurna layak nya penyanyi asli. Semua yang ada di buat menganga dan takjub. Berbeda dengan Elvrince dan Nancy, mereka sudah mengerti apa maksud Diego. Tatapan mata dan penghayatan lagu yang ia nyanyikan terlihat sangat jelas bahwa dia masih menyimpan dendam. Tatapan tajam arti permusuhan juga di layangkan. Tapi semua itu tidak akan berarti apa-apa untuk Elvrince dan Nancy. Sepenting apa dan sehebat apa pria di depan nya tidak akan membuat ke duanya takut atau pun gentar.
Diego menuruni tangga untuk menghampiri Elvrince dengan microphone dan lirik lagu yang masih melantun indah. Tepat di hadapan Elvrince dan Nancy, bait lagu itu selesai.
‘’hai girls..kita bertemu kembali’’ ucap Diego ‘’terutama denganmu’’ imbuhnya sambil menundukkan sedikit badannya dan berbisik sensual di depan wajah Elvrince
Senyum miring Elvrince persembahkan pada Diego ‘dia pikir aku akan tergoda pada pria sepertinya. Sudah terlalu banyak para pria yang tergila-gila padanya. Tapi ia bukan gadis yang dengan mudah nya jatuh ke pelukan pria. Pria yang bersanding dengan dirinya harus pria baik-baik dan sempurna’ batin elvrince.
‘’kau pikir sahabatku akan tergoda dengan bualan kosong mu’’ seru Nancy dari samping yang masih menatap dengan bersedekap d**a.
Diego menoleh dan menegakkan badannya yang sempat menunduk. dengan senyum tipis, Ia berjalan pelan menghampiri Nancy.
‘’kalau begitu bagaimana denganmu’’ ucap nya lembut. Nancy hanya menjawab dengan kekehan pelan.
“pria pembual sepertimu biasanya hanya mencari keuntungan sendiri” jawab Nancy dengan suara dingin.
‘’jangan bilang kau masih tidak terima dengan kekalahan mu Tuan.’’ Ejek Elvrince.
Diego yang mendengar lontaran kata kedua nya, seketika amarah nya menguar. Rahang nya mengeras. Jika dirinya di sini bukan karena mejalankan tugas, sudah di pastikan ia akan memaki ke dua gadis di depannya. Dua gadis yang menjadi lawan di area balap ternyata bukan gadis sembarangan. Pantas saja, mereka tidak tertarik pada nya seperti gadis lain yang selalu menatap nya lapar.
Tanpa mereka sadari, sejak tadi mereka bertiga menjadi tontonan satu aula layak nya drama lamaran yang romantis. Elvrince yang sudah biasa di perhatikan, tak akan merasa keberatan. Bahkan jika seandainya mengajaknya duel, akan ia layani di atas ring. Namun yang terjadi, sang pria mengulurkan tangan nya dan menyendok cheese cake milik Nancy. Setelah melahap ia melangkah ke panggung semula tanpa sepatah kata pun. Elvrince dan Nancy saling memandang lalu memandang ke seluruh aula yang hening. Bahkan yang berada di situ masih menatap ke dua gadis tanda tanya.
“Apakah anda kekasih salah satu dari mereka?” seru salah satu gadis saat Diego melangkah melewati.
Diego hanya menoleh dan tersenyum tipis. Jujur saja, jauh di dalam hati nya ia sangat kesal. Jika saja dirinya tidak menjaga sikap, sudah ia cium gadis itu di depan semua orang. Tapi ia tidak mau, perilaku buruk nya di ketahui publik. Terlebih tempat dan jabatan nya saat ini benar-benar di tuntut profesional.
“maaf untuk hal yang tadi. Aku akan memainkan musik dan kalian silahkan berdansa bersama kekasih masing-masing.” Ucap nya.
Lalu ia menghampiri piano dan mulai menekan setiap not. Dengan lihai layaknya pemusik papan atas, permainan piano Diego memang benar-benar menyihir semua yang ada. Alunan musik yang romantis di padukan suara nya yang indah seolah mendengar nyanyian surga. Bahkan mereka melupakan kejadian tadi. Banyak Pertanyaan yang ingin di lontar kan seketika lenyap,melebur dan terhanyut dengan permainan musik Diego.
Nancy berdiri dan mulai beranjak akan melangkah menuju ke lantai dansa tiba-tiba lengan nya di cekal. Ia menoleh dan tersenyum pada Elvrince.
“aku hanya ingin melihat seberapa hebat dia El..jangan kemana-mana” ujar nya. Seakan tau apa yang akan di tanyakan sahabat nya.
Dengan langkah angun dan pasti, Nancy berjalan menuju lantai dansa. Ia mengambil gitar dan mulai melantunkan bait lagu. Biasanya ia bernyanyi hanya karaoke di dalam kamar dengan Elvrince, tapi kali ini ia akan mencoba bernyanyi. Anggap saja malam ini ia membuka salah satu sisi nya. Petikan gitar,suara merdu dengan nada tinggi, berpadu dengan pemain musik pendukung, membuat satu aula menganga tak percaya. Gadis pendiam yang memiliki tingkah laku seperti brandal, malam ini dengan gaun yang indah berada di atas panggung.
Elvrince yang masih setia duduk di meja, memandang sahabatnya tak percaya. sejak kapan Nancy mau menunjukkan sisi lain dirinya. Ia ikut senang karena kehadiran pria menyebalkan bisa membuat Nancy berdiri di depan. Bahkan jika ada pentas apa pun dia tidak akan ikut serta. Kecuali duel menembak atau bertanding di atas ring. Getar ponsel di dalam tas tangan nya mengalihkan pandangan nya. Ia membuka tas kecil nya dan merogoh ponsel, tertera nama Honey calling. Ia segera beranjak dan menyingkir mencari tempat yang tidak ramai. Setelah sampai di taman depan hotel ia segera menggeser tombol hijau.
‘’hai sayang, selamat untuk kelulusanmu dan kau begitu cantik malam ini’’ seru sang pria dari seberang.
‘’terima kasih untuk rayuan gombal mu’’ jawab Elvrince dan di sambut kekehan dari seberang.
‘’emmb...dari mana kau tahu jika malam ini aku sedang berdandan?’’ tanya Elvrince.
‘’apa perlu aku jawab,hm?’’
‘’tidak perlu.terima kasih’’ sungut Elvrince. ‘’segera kunjungi aku.kau punya hutang kencan banyak dengan ku sayang’’ imbuhnya lagi.
‘’aku akan segera mengunjungi mu dan meminta ciuman sebagai imbalan’’ kata pria di sebrang telfon ‘’setelah selesai segera lah pulang! Jangan ngebut. Dan...mobilmu begitu keren’’ imbuhnya menasehati.
‘’iya. Aku tutup telfon nya, jaga kesehatan mu. Sampai jumpa’’ putus Elvrince. Ia pun melangkah masuk kembali.
Di tempat lain. Seorang pria yang baru saja menutup sambungan telfon nya masih setia duduk di sofa ruang kerja nya, memandang jauh keluar jendela kaca yang besar. Gedung tinggi pencakar langit berdiri kokoh di sekitar gedung kantor nya,lampu kota yang kelap kelip di tambah cuaca yang cerah dan langit yang bertabur bintang. Seorang wanita masuk dan berjalan mendekat,ia duduk di sebelah sang pria dan ikut menatap ke arah luar jendela.
‘’sampai kapan aku harus menunggumu? Aku selalu ada saat kau butuhkan.’’ Seru sang wanita.
‘’dia tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun.jika kau tidak terima menyingkirlah dariku’’ jawab sang pria
‘’aku terlalu mencintaimu’’ ucap sang wanita.
Ia melepas kancing baju nya, satu per satu ia loloskan. ia beranjak dan menduduki paha sang pria lalu Tangan mungil nya meraba d**a bidang yang masih terbalut kemeja putih. Melihat sang pria menahan nafas menikmati sentuhannya, ia pun menempelkan bibirnya dengan bibir sang pria melumat perlahan dan semakin menuntut. Sang pria yang tidak bisa lagi menahan akhirnya membalas ciuman itu lebih dalam,lidahnya membelit dan tangannya meraba gundukan bulat yang kenyal. Sensasi semakin naik kini mereka sama-sama dalam keadaan polos dan sekali hentakan mereka tenggelam dalam lautan gairah yang semakin panas. Gedung tinggi dan langit bertabur bintang jadi saksi bisu penghianatan.
ELvrince yang baru saja menutup sambungan telfonnya segera beranjak kembali masuk. Belum sempat ia masuk, seorang pria berjalan tergesa sambil memanggul wanita layaknya karung beras dan membawanya keluar dari hotel menuju tempat parkiran.
“hei, Turunkan aku! Dasar pria brengsek.” Teriak sang wanita yang berada di pundak sang pria.
Elvrince yang mendengar suara teriakan itu terdiam sejenak lalu memutar tubuhnya menghadap ke arah suara. Dan ia dibuat terkejut dengan yang dilihat. Nancy sahabatnya dibawa lari oleh pria menyebalkan itu,dan sekarang dimasukkan ke dalam mobil.
“ohh, s**t! Apa yang terjadi saat ku tinggal tadi” umpatnya.
Elvrince segera lari ke parkiran dan menuju mobilnya. Dengan cepat ia melajukan mobil mengejar mobil yang membawa kabur sahabatnya. Selama di satu jalur ia masih bisa mengikuti mobil itu, namun begitu masuk area persimpangan 4 jalur, ia kehilangan jejak. Lalu lintas yang begitu ramai cukup menyulitkan dirinya untuk membalap. Ia segera meraih ponsel untuk menghubungi Nancy tapi nihil. Ponselnya mati tidak bisa dihubungi. Ia menghembuskan nafasnya kasar.