Sorak ria dan tepuk tangan menyambut kedatangan Nancy dan Elvrince, kini mereka berjalan menuju podium untuk menerima hadiah. Diatas podium sudah ada Felix yang menunggu. Dengan langkah pasti, mereka menaiki anak tangga untuk sampai di atas. Kini keduanya sudah berdiri untuk penerimaan hadiah dan penobatan.
“seperti yang kalian tahu bahwa usiaku yang tak muda lagi dan sudah waktunya duduk sambil menikmati teh. Pengalihan kedudukan Dragon Light tak mengharuskan dari keluarga sang pemimpin namun harus tetap mengikuti tradisi, untuk melihat siapa yang pantas. Karena Dragon Light butuh pemimpin yang hebat, memiliki otak cerdas,licik, dan modifikasi yang mustahil. Meski sebenarnya aku tidak menyetujui tapi aturan tetaplah aturan dan dua gadis ini lah pemenangnya” ucap Felix. Terdengar helaan nafas pelan “seperti yang kita lihat lewat layar monitor,siapa pemenangnya yang nyaris seimbang, hanya berbeda sedikit saja...”
“Boleh aku menukar hadiahku” sela Elvrince.
Suasana mendadak sunyi. semua mata terfokus padanya, seakan bertanya-tanya apa yang sebenarnya ia inginkan.
“katakan!” jawab Felix
“aku hanya mau mobil sport Ferrari itu” ucapn Elvrince sambil menunjuk ke arah dimana mobil itu baru datang. Ferrari yang menjadi rivalnya tadi.
“dan tahta ini kuberikan padamu” imbuhnya sambil menarik Nancy mendekat.
Semua orang yang ada dibuat menganga termasuk pria yang memakai hoodie hitam, bagaimana tidak. Dragon Light komunitas terbesar di London ditukar hanya untuk sebuah Ferrari.
Seorang pria yang baru turun dari mobil sport Ferrari, dibuat tercengang dengan suara lantang dari atas podium. Bukan karna parasnya yang cantik dan rupawan. yah meski ia akui memang cantik dan menarik. Tetapi permintaannya yang konyol itu yang membuat bola matanya seakan ingin melompat. Bagaimana mungkin gadis itu meminta mobilnya, sedangkan pihak penyelenggara sudah menyediakan hadiah untuk pemenang. Tahta yang ia incar kini jauh dari jangkauannya. karena gadis licik yang entah senjata seperti apa yang bisa menyabotase mobil modifikasinya. padahal selama beberapa tikungan masih aman-aman saja, termasuk rintangan jebakan yang di susun oleh penyelenggara. Ia segera melangkah menuju podium. darahnya serasa mendidih. Dirinya pembalap tak terkalahkan di berbagai negara dan sekarang ia kalah tehnik dari seorang gadis.
“apa maksudmu meminta mobilku,huh!” bentak sang pria tepat dihadapan Elvrince.
Tanpa rasa takut atau gentar, ia menaikkan dagunya tinggi dengan tangan yang bersedekap didada.
“apa anda tidak mengerti dengan penjelasan sebelum dimulai balapan,hm?” jawab Elvrince sesantai mungkin
“ini hanya perebutan tahta dan bahkan ketua klan ini sudah menyiapkan beberapa deretan mobil mewah untuk kau pilih.” Seru sang pria dengan penuh emosi.
Elvrince berjalan meninggalkan sang pria dan menghampiri Felix sebagai pemimpin
“Tuan Felix yang terhormat, bukankah anda tadi bilang siapapun yang memenangkan balapan ini, ia lah yang akan menjadi pemimpin baru dan bisa memilih hadiah apapun?” tanya Elvrince
“tapi kau sudah meminta temanmu untuk menukar posisimu” jawab felix
“itu Cuma menukar Tuan. ingat! Tahta memang yang utama tpi pemenang utama berhak memilih hadiah apapun. Apa anda akan menjilat ludah sendiri, yang jelas tertulis di brosur website anda. tuan felix?” jelas Elvrince.
Felix tidak punya lagi kata-kata untuk membantah ucapan sang gadis, akhirnya ia hanya menganggukkan kepala tanda setuju. Felix pun memandang teman nya dengan tatapan pasrah.
“Maafkan aku Diego, ini sudah ketentuan klan yang ditetapkan dan aku tidak bisa mengubahnya” ucap Felix
“tapi aku tidak bisa terima, kau pun sudah menyiapkan deretan mobil mewah.” Bantah Diego.
Elvrince mendekat Diego dan mengulurkan tangan, meminta kunci mobil dengan isyarat mata. Sedangkan Diego yang kesal tetap tidak mau memberikan mobilnya. Ia menatap Elvrince dan Nancy dengan syarat permusuhan.
“sampai kapanpun aku tidak akan memberikan mobilku, tapi kalo kau mau menukar dengan Tahta Dragon Light akan aku berikan” tawar Diego yang mencoba bernegoisasi
Nancy yang mendengar kata-kata Diego sontak membulatkan kedua matanya,ia pun ikut maju tepat di depan Diego.
“apa hak mu meminta Tahta ini,hah?” seru Nancy dengan sorot tajamnya "kau sudah kalah.kenapa tidak terima" imbuh nya lagi.
“kenapa? Apa aku salah Jika memberikan penawaran, ck!dasar munafik” balas Diego
“heh, dasar k*****t! Kau sudah kalah tapi kau masih berbelit dengan omong kosong ” ucap Nancy dengan menunjuk ke arah Diego.
“siapa juga yang berbelit,temanmu yang meminta mobilku dan memberikan tahta padamu. Harusnya tahta itu jdi milikku karna yang mau ditukar adalah mobilku” elak Diego
Sorang pria yang memakai hoodie hitam tak jauh dari podium, memerintahkan bodyguard nya untuk menyeret Diego kepadanya. Sungguh. Ia tidak betah berada di tempat ini lama-lama. Jika bukan karena sang mam, ia tidak akan susah payah mencari Diego.
Elvrince yang tidak tahan dengan pria berbelit didepannya, akhirnya dengan secepat kilat menyambar kunci yang menggantung separuh dari saku Diego. lalu melempar kunci itu pada Migael untuk mengurusnya.
“ayo, kita selesaikan penobatanmu Nanc” ucap Elvrince sambil menarik tangan Nancy menjauhi Diego dan menuju kursi kebesaran Dragon Light.
Diego dibuat tercengang. bagaimana tidak. Dirinya yang selalu di gandrungi para wanita di seluruh penjuru setiap ia menapakkan kaki. bahkan banyak juga wanita yang rela memberikan tubuhnya Cuma-Cuma. Dan sekarang, dua gadis di depannya jangankan melempar tubuhnya,mengagumi saja tidak. Sungguh ajaib.
Diego yang merasa kehilangan sesuatu,meraba saku celananya dan benar saja.kunci mobilnya sudah beralih tangan. Ia pun mengalihkan pandangan ke arah mobilnya yang terparkir. dan kini mobilnya sudah mulai diderek untuk di naikkan ke truk yang ukurannya sangat besar. Rahangnya yang mengetat dan darah yang kian mendidih siap meledak, segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri Elvrince. Namun belum sempat melangkah mendekat dengan Elvrince, tiba-tiba tubuhnya terhuyung kebelakang karena tarikan tangan kekar dan detik berikutnya ia diseret turun dari podium. Dua bodyguard suruhan kakaknya lah yang menyeret Diego dan memasukkan ke dalam mobil.
Sontak matanya membulat tak percaya,kakaknya berada disini. Pria tanpa ekspresi dan bermuka datar. Dan pria yang hidupnya hanya menghabiskan waktu dengan perusahan, malam ini berada di tempat yang bukan layak untuk dijajaki.
“siapa yang menyuruhmu membawanya untuk balapan. Semua hal akan mungkin di titik terakhir Diego” seru pria yang berada di balik kemudi dengan suara dinginnya.
“Gadis sialan! Bagaimana mungkin aku kalah. Aku sudah memodifikasi khusus dan tentu soal kecepatan sudah ku rancang. Tapi belum sempat aku memeriksa malah mereka menderek” ucap Diego sambil menyandar kursi mobil seakan mengabaikan sang kakak.
“kita pulang. Mommy datang kau tidak ada dan menyuruhku untuk mencarimu. Mommy juga mendatangi kantormu tapi kau tidak ada” ucap Dreyhan dengan menyalakan mobilnya dan melaju meninggalkan Dragon Light.
Di atas podium, Nancy lah yang di nobatkan sebagai pemimpin baru Dragon Light. Kedudukan yang ia impikan kini terwujud, ia memeluk erat Elvrince. Berkat dirinya ia bisa mencapai posisi ini. bahkan jika Elvrince tidak memberikan posisi ini, ia tidak akan keberatan. Namun diluar dugaan. bahwa Elvrince lebih tergiur dengan sebuah mobil, memang aneh.
Setelah penobatan selesai, Nancy dan Elvrince pulang dengan menggunakan mobil Nancy. Mobil yang Elvrince kendarai tadi ia serahkan pada bodyguard Nancy untuk membawa nya pulang. Sedangkan Migael tentu saja mengurusi mobil hasil balapan.
Kini kedua nya merayakan kemenangan dengan menyanyi sepanjang perjalanan dan sesekali bergoyang. Mereka melakukan di dalam mobil,tidak akan ada yang tahu tingkah konyol mereka. Tujuan mereka saat ini mencari makanan. Pilihan jatuh pada restauran siap saji, di tengah malam begini hanya jenis junk food yang buka. Kini mereka duduk menikmati Hamburger seperti orang tidak makan satu minggu. Meski jam tengah malam, restoran ini tidak pernah sepi. Ada yang sambil belajar, ada yang sekedar nongkrong bersama teman nya. Restoran ini juga menyediakan berbagai varian kopi dan camilan ringan juga. Tak heran. Di jam tengah malam tempat ini selalu banyak pengunjung. Di tambah, sebelah restoran ini ada supermarket yang buka 24 jam.
Selesai makan, mereka menuju supermarket untuk membeli camilan seperti keripik, atau makanan yang mereka ingin kan untuk di bawa pulang. Seperti yang dikatakan Elvrince. bahwa sang mama mengundang designer ke mansion jadi mereka memutus kan untuk pulang ke rumah Elvrince.