PENGHIANAT

1566 Kata
WARNING!⚠️ AREA KUSUS 21++ TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA MENIMBULKAN KEBAPERAN YANG MENGGANTUNG⚠️?? Bijaklah dalam membaca. Tes yang di ikuti Elvrince berjalan baik,ia keluar kelas berjalan menyusuri menuju kantin. Ia masih teringat aksi nekatnya tadi ia juga takjub akan modifikasi mobil pria tadi yang hampir mirip dengan mobilnya di inggris dengan itulah dia mudah mengemudikannya, suara berisik dari kerumunan membuatnya mendekat dan bertanya “hai,,,ada apa berkumpul disini? Apa akan ada event?” seorang gadis seusia nya mendongak menatap Elvrince yang menanti jawaban darinya. ia tersenyum sambil menunjukkan layar ponselnya terpampang gambar pria ”dia pengusaha muda yang sukses dari Italia,dia sangat tampan” wajah Elvrince berubah datar dan pergi tanpa berkata apa apa “Tampan tapi bajingan.” Gumamnya. rasa lapar hilang seketika. ia keluar area kampus dan berlari menuju taman,tempat paling ujung dan pling belakang. Terdapat Danau buatan yang indah. sesampainya ditempat yang dituju ia pun menjatuhkan dirinya menduduki rumput yang tertata rapi sambil terisak ”kenapa hanya melihat gambarnya saja masih menyakitkan” gumam Elvrince dengan memukul d**a pelan yang terasa begitu sesak. Flashback Kriiing,,(dering ponsel berbunyi nyaring tertera nama honey call) seorang pria yang masih tertidur nyenyak harus terusik dengan dering ponsel, ia pun beringsut meraih ponsel di atas nakas lalu menggeser tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelfon,begitu benda pipih menempel ditelingan nya terdengar suara wanita yang sangat dia hafal berteriak ”selamat hari jadi yang ke tiga sayang” suara ceria nan lembut. ia pun tersenyum dengan suara serak khas bangun tidur ia menjawab ”selamat hari jadi honey, maafkan aku yang selalu sibuk. sungguh aku ini kekasih yang payah” desah sang pria. “Mendengar kau baik baik saja sudah cukup bagiku. Jika kau punya waktu berkunjunglah ke inggris” ucap Elvrince lembut. Terdengar helaan nafas dari sebrang ”aku akan segera mengunjungimu dan mengajakmu berkencan”. Agride Jelioneus pria pertama yang membuatnya jatuh cinta, pria yang dia ditemui saat mengikuti latihan bela diri dan Agride adalah pelatihnya saat itu, saat Agride lulus dari universitasnya ia kembali ke Italia melanjutkan bisnis keluarga dan menjalin hubungan jarak jauh. “Baiklah,,sekarang bangunlah dan bersiap pergi kekantor! jangan lupa sarapan” ucap Elvrince menasehati Setelah berbincang bincang ringan akhirnya sambungan itu pun ditutup. “Besok atau lusa aku akan menemuinya, aku akan ke Italia bukan hal sulit kan? Aku punya jet pribadi yang Daddy hadiahkan untukku saat ulang tahunku ke 18” Elvrince bermolog. "aku harus segera mandi dan turun kebawah sebelum mommy menggedor pintu kamarku" gumam Elvrince sambil berlalu masuk kamar kamar mandi. Tap tap tap Langkah seorang gadis menuruni tangga, Elvrince yang memakai baju santai berjalan menuju meja makan “selamat pagi daddy, selamat pagi mommy” sapa Elvrince pada keduanya “Selamat pagi sweetheart..” sahut keduanya “mommy buatkan roti selat coklat dan s**u coklat kesukaanmu” ucap ibu Elvrince “Daddy, bolehkah aku pergi ke Italia besok. Sebelum masa kuliahku dimulai aku ingin berlibur” ucap Elvrince berharap daddy nya mengijinkan. “pergilah sweetheart! Kau butuh udara baru, kali ini daddy ijinkan tapi syaratnya kau harus membawa 10 Bodyguard dan bilang pada Daddy jika uangmu habis” ucap Samuel enteng. “Daddy memberiku kartu unlimated kalau Daddy lupa.” jawab Elvrince sambil memutar bola matanya asal. *** Wanita cantik dengan setelan mahal yang membalut indah terlihat pas di tubuhnya, make up tipis yang natural menambah kecantikan parasnya. Tas dengan merek terkenal, jam tangan dari brand ternama melingkar di pergelangan tangan, kaca mata hitam yang bertengger sebagai pelengkap penampilan, bahkan dari jarak manapun terlihat bahwa dia berasal dari kalangan atas yang berkelas. Elvrince Barley Aurzach wanita cantik dan anggun turun dari pesawat. Deretan mobil mewah yang tertata rapi sudah menyambutnya, senyum ramah yang di lempar menambah nilai plus untuknya. Ia pun segera memasuki salah satu mobil mewah itu. “Selamat datang Nona, anda ingin pergi kemana ?” tanya sang sopir dengar ramah “Terimakasih pak, kita mampir ke toko bunga lalu ke restoran Wastern setelahnya antarkan saya ke Apartement ROYALTY saya akan menemui teman saya” jawab Elvrince “baik Nona” jawab sang sopir patuh Tiga jam berkeliling membeli bunga, membeli makanan kini jam menunjukkan 09.00PM Mobil yang ditumpangi Elvrince kini sudah berada dilobby Royalty apartement milik Agride. sebelum keluar seruan sang sopir mengintrupsinya “Saya akan menunggu Nona disini” ELvrince tersenyum “mungkin akan lama, bapak bisa pergi mencari makan dulu, di depan ada restoran” ucap Elvrince sambil memberikan beberapa lembar uang pada sang sopir. “Terima kasih atas kebaikan nona” jawab sang sopir sambil menerima lembaran uang yang disodorkan Elvrince ‘Semoga panjang umur dan selalu bahagia nona’ batin sang sopir. Elvrice segera menuju lift, pintu lift terbuka. ia pun segera masuk dan memencet nomor lantai rumah Agride tak selang lama denting lift berbunyi tanda bahwa ia sudah sampai. Elvrince pun segera mengayunkan kakinya hanya beberapa meter kini ia sudah berada di depan pintu. ia memasukkan kode angka dan terdengar bunyi Open the door ia tersenyum mengetahui kode apartemen sang kekasih adalah tanggal lahir dirinya. ia segera masuk namun kegelapanlah yang menyambut. Elvrince meraba raba tembok teringat saklar tak jauh dari pintu karena saat vidio call Agride menunjukkan bagaimana Apartemennya. Melihat ada jas di atas sandaran sofa dan laptop menyala ia berfikir mungkin dia lelah ingin segera mandi, Elvrince pun berjalan menuju meja makan menyiapkan makanan yang sudah ia bawa tak lupa meletakkan lilin agar terlihat romantis. Tanpa Elvrince sadari ada sepasang highheel disamping pintu. Dua puluh menit berlalu tak ada tanda Agride turun,Elvrince pun melangkah menaiki tangga satu per satu namun begitu sampai di akhir tangga kamar yang dia yakini milik Agride terbuka sedikit lalu terdengar suara “oh,,Baby…” suara pria yang amat dia kenali lalu Elvrince mulai mendekat “ahhh,,,” suara wanita mendesah. Jantung Elvrince semakin berdebar hebat, air mata dipelupuk seakan ingin tumpah lalu dia berdiri menyandarkan tubuhnya disamping pintu yang sedikit terbuka “Ahh,,baby,,kau begituu nikmaat” ucap sang pria, suara desahan yang bersahutan terdengar menggebu saling menikmati mencari kepuasan antara keduanya Elvrince membekap mulutnya agar tak terdengar bahkan pipinya pun sudah banjir air mata, sungguh dia tak tahan ia pun memberanikan diri memutar tubuhnya melangkah selangkah menatap kedalam kamar, 2 manusia yang memadu cinta diranjang saling menikmati percintaannya. pria yang dia cintai sepenuh hati menghianatinya entah sejak kapan. Elvrince pun mundur tubuhnya yang bergetar, Dengan langkah cepat ia mengambil tasnya dan meninggalkan sebuah Note di atas meja makan, ia menatap sejenak meja makan romantis buatannya dan berkata “selamat tinggal Agride kita selesai” Dengan derai air mata ia pun keluar dari apartemen. *** “Bajiingaaaaaaann” Teriak Elvrince sekuat tenaga ia menangis terisak saat rasa sakit atas penghianatan sang kekasih padanya tiba tiba menyeruak. Rasa berat dikepalanya semakin menjadi dan saat itu juga kegelapan menyapanya. ‘’astaga...sudah jam tiga sore tapi dia masih nyaman dengan mimpi’’ ucap seorang pria yang berdiri disamping ranjang. Sang pria pun keluar kamar dengan menggerutu tak jelas. Sudah lima jam gadis yang ia temukan tergeletak di pinggir danau itu pingsan. Ia juga sudah memanggil dokter untuk memeriksa si gadis. Meski dalam hati masih merasa jengkel yang mengakar kokoh, tapi melihat si gadis tergeletak tak berdaya ia tidak tega. Taman dimana si gadis pingsan juga sepi. Sempat juga ia melihat jejak air mata di pipi mulusnya,entah seberapa berat hidup si gadis sebenarnya. pria itu Dreyhan dan gadis yang sedang terbaring pingsan itu Elvrince. Dreyhan yang akan menemui sahabatnya tidak sengaja melihat Elvrince tergeletak di atas rumput tepi danau. Sahabat Dreyhan yang merupakn salah satu dosen di kampus Elvrince meminta Dreyhan untuk menunggu di taman belakang kampus. Saat ia menunggu di sebuah bangku,pandangannya jatuh pada orang yang terbaring. Sekian lama ia mengamai tapi seseorang itu tidak juga bangun. Dengan hati yang ingin tahu akhirnya ia mendekati dan begitu tahu bahwa si gadis itu pingsan ia segera menggendong ala bridal style dan membawa ke apartemen. Hanya apartemen itulah yang ada di otaknya, ia tidak tahu dimana rumah Elvrince. Jika ia membawa ke rumah sakit akan lebih panjang urusannya. Jadi ia memutuskan untuk mendatangkan dokter ke apartemen. ‘’apa dia sudah sadar?’’ tanya seorang pria yang duduk di sofa begitu melihat Dreyhan turun dari tangga. ‘’mungkin dia sedang bertemu dengan pangeran tampan dari negeri bulan’’ jawab Dreyhan datar dan ikut bergabung dengan sahabatnya. ‘’dia murid kesayangan pak doger. Prestasinya di kampus menakjubkan tapi yang tidak aku mengerti, dia selalu duduk di taman sendiri’’ tutur teman Dreyhan. ‘’gadis ugal-ugalan sepertinya akan susah untuk dekat orang Leo,’’ ‘’tunggu!coba kau ulangi perkataanmu tadi, kau bilang tidak kenal tapi kau seakan tahu dia. Apa kau menguntitnya?’’ tanya Leo dengan memicingkan matanya dan Dreyhan memutar bola matanya malas. ‘’dia gadis yang ku ceritakan tadi pagi’’ jelas Dreyhan ‘’kau mau pesan makan atau beli langsung dari restoran?’’ ucap Dreyhan lagi mengalihkan obrolan. Sungguh, ia tidak ingin mengingat kejadian tadi pagi yang berakhir membuat si junior tidak bisa tidur dan terpaksa memanggil Laurent untuk menuntaskan. ‘’aku akan pergi membeli makanan sekaligus menemui wanita pujaanku, jadi akan sedikit terlambat sampai sini. Dan kau jangan macam-macam dengan El.’’ Ucap Leo memperingati Dreyhan. ‘’cepat pergi! Brengsek.’’ Usir Dreyhan dan Leo terbahak sambil beranjak keluar. Praaangg Suara pecahan sesuatu yang menggema sampai bawah. Dreyhan yang baru saja membaringkan punggung ke sofa ingin memejamkan mata sejenak, harus terjaga dan beranjak menaiki tangga menuju kamar dimana Elvrince terbaring. begitu sampai di lantai atas Dreyhan membuka pintu tergesa dan matanya membulat. "apa yang kau lakukan!" teriak Dreyhan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN