Seorang pria dengan sweter abu abu dipadukan celana jeans hitam,berambut coklat setengah basah yang tertata rapi menuruni tangga satu persatu,dengan langkah santai menuju meja makan dimana semua orang sudah berkumpul,kedua orang tuanya dan adik satu satunya.
“selamat pagi..” sapa Dreyhan pada semua anggota keluarganya,ia pun mendekat pada seorang wanita paruh baya memeluk erat dari belakang dan menyandarkan dagunya dipundak
”Drey merindukan mommy” ucap Dreyhan dengan manja. Wanita paruh baya itupun tersenyum hangat sambil mengusap wajah tegas putranya
”selamat pagi dan selamat datang nak,mommy selalu berdoa pada tuhan agar anak anak mom selalu bahagia” senyum lembut penuh keibuan.
“Sekarang duduklah!” imbuh sang ibu. Dreyhan pun menurut dan menarik salah satu kursi, mengambil sepotong roti meletakkan scramble egg dan slice Ham diatasnya juga sos tomat dan mayonaise, segelas coklat panas kesukaannya telah siap disampingnya.
“Kau selalu melupakan Ku dan tak mau menyapaku brother, aku ragu jika aku ini adik kandungmu” celetuk pria yang duduk disampingnya tanpa menoleh pada objek yang dituju.
Dreyhan yang mendengar sindiran sang adik yang begitu memekakkan telinga menoleh ke samping dengan mengangkat sebelah alisnya
“oh ada mahkluk disini”
jawab Dreyhan singkat, lalu mengalihkan pandangannya pada sandwich terlezat.
“Aku ini kakakmu kalau kau lupa baby boy. seharusnya kau menyambut kakak tertampan ini dengan spesial.” imbuh Dreyhan sambil mengunyah sandwichnya santai.
Diego memutar bola matanya asal. Jengah mendengar kakaknya yang memanggil sebutan baby boy. Dia sudah dewasa tapi kakaknya dengan bangga mengucapkan,merasa geram Diego pun menyambar sandwich yang ditangan Dreyhan lalu menggigit dan beranjak pergi. Dreyhan yang terkejut dengan kelakuan adiknya mengumpat ke belakang.
“Hei! Baby boy kurang ajar,kembalikan sandwichku!” teriak Dreyhan sambil beranjak akan mengejar tapi langkahnya terhenti saat ada tangan yang menahan pergelangannya.
“duduklah! Biarkan dia bertingkah semaunya” ucap sang ayah. Dreyhan pun kembali duduk sambil memandang lekat ke arah ayahnya
“Apa ada sesuatu yang terjadi saat aku tak ada di rumah daddy?” tanya Dreyhan lalu di angguki sang ayah. terdengar helaan nafas pelan.
“Beberapa minggu ini dia murung bahkan keterdiamannya membuat ayah takut” sorot mata kesedihan terpancar di mata sang ayahnya. Dreyhan yang mendengar penuturan sang ayah pun terdiam. setahu Dreyhan adiknya itu pria bebas. berganti-ganti pasangan,menyukai area balap liar, menjadikan mobil sport ratusan juta dollar jadi taruhan. Juga Psycopath kelas kakap yang ditakuti belahan dunia karena kekuasaan terbesar dalam dunia gelap. Profesinya sebagai inspectur pelengkap nilai plus dunia yang dia genggam. membayangkan sekarang murung berminggu minggu kenapa merasa aneh baginya.
“Lalu apa daddy tau apa yang terjadi dengannya?” tanya Dreyhan pada sang ayah
“menurut orang kepercayaan daddy kekasihnya diperkosa,” tatapan sedih menghampiri pria paruh baya. “pelakunya belum diketahui karena sang pelaku menggunakan penutup kepala saat melakukan aksi bejatnya. Beruntung seorang wanita memergoki dan sempat menembakkan peluru namun peluru itu meleset, wanita itu juga yang membawa Geyza ke rumah sakit dan menghubungi Diego melalui ponsel Geyza. setelahnya pergi tanpa meninggalKan tanda pengenalnya.” imbuh sang ayah yang menjelaskan panjang lebar.
“sejak kapan dia mencintai wanita,selama ini hidupnya hanya ugal ugalan di jalan” celetuk Dreyhan dan,,
Pletak !
“aww sakit Dad,” Pukulan sedikit keras dari ayahnya membuatnya meringis.
Demi apapun Geyza sudah mereka anggap seperti anak sendiri mengingat kehadiran Geyza dihidup Diego dan merubah putranya yang liar menjadi pria yang bertanggung jawab.
“Baiklah Daddy, aku tidak akan mengganggunya sementara waktu, aku akan pergi mencari udara segar, hanya berkeliling kota sebelum tugas duniaku yang memusingkan itu menyambutku” seru Dreyhan yang mulai beranjak berdiri dari tempat duduknya.
“Ya,lebih baik begitu dan aku akan minum teh bersama wanita cantik ini” sahut sang ayah sambil merangkul pundak istrinya.
“Dasar pria tua tak tau malu, sudah tua masih saja menggoda wanita berumur 49 tahun” maki wanita paruh baya yang diiringi tawa keduanya.
Dreyhan menuju kabinet kaca yang menyatu dengan tembok, ia membuka dan memilih kunci mobil yang akan dikendarai karena begitu banyaknya koleksi mobil sport yang dia miliki dan akhirnya Bugatti La Voiture Noire sebagai teman berkeliling pagi ini,mobil kesayangan yang dia dapatkan dari sang mama di ulang tahun.setelah mendapatkan apa yang dia cari, Dreyhan pun bergegas menuju garasi dimana terdapat deretan mobil sport lainnya yang berharga fantastik juga berjejer rapi dan terawat.
Mansion keluarga Auston begitu luas, mewah dan Megah, untuk garasi saja satu orang punya tempat sendiri. Dreyhan melangkah menuju mobil yang akan dikendarai ,membuka pintu dan duduk dibalik kemudi mengecek segalanya. Dia pun membuka atap Mobil agar dia leluasa menikmati udara yang dilalui. tidak lupa dia juga memasangkan kaca mata hitam dan jam tangan mahal merek ternama melingkar dipergelangan tangan menambah poin plus ketampanannya.
Dreyhan pun mulai menyalakan mesin mobil dan keluar dari area parkir, melajukan perlahan mobilnya keluar halaman mansion yang luas.
pintu gerbang besi yang menjulang tinggi terbuka kala mobil Dreyhan mulai mendekat,bodyguard yang berada di pos dekat gerbang menunduk pertanda hormat pada sang tuan. Dreyhan berhenti sejenak untuk menyampaikan instruksi agar jangan dekat saat mengawal.
Setelah menyampaikan Dreyhan pun mulai melesatkan mobilnya sambil di iringi lagu See you Again by wiz khalifa Charlie puth, alunan musik yang lembut dan nyaman ditelinga.
“Andaikan ada seseorang yang kucintai duduk disampingku, oh! alangkah damainya jalan hidupku. Bahkan dulu aku sempat berpikir menaiki mobil kesayanganKu hanya dengan gadisku tapi semua hanya hayalan yang tidak akan terjadi.” guman Dreyhan yang seperti orang bodoh karena berbicara sendiri
“Oh Dre,,bangunlah dari mimpi konyolmu itu,kau harus sadar dan ingat penghianatan kekasihmu dulu, cinta itu bùllshit” batin Dreyhan menasehati.
Ditengah perjalanan nya yang santai dan nyaman tiba tiba sosok gadis berdiri ditengah jalan dengan merentangkan kedua tangannya,Dreyhan yang menajamkan pandangannya sontak matanya membulat dengan cepat ia langsung menginjak pedal rem mendadak sambil memejamkan mata merapalkan doa berharap tepat waktu
Ckiiiitttttt
Bunyi gesekan roda mobil dan jalanan beradu, mobil berhenti tepat sebelum menyentuh tubuh seorang gadis.
Nafas Dreyhan tersengal dan shock dengan yang terjadi beberapa detik tadi yang hampir melayangkan nyawa.
***
Kriiiiing,,,,,,
Bunyi alarm di atas nakas samping ranjang memekakkan telinga hingga membuat seorang gadis terbangun sambil mengomel tak jelas. Gadis itu beringsut meraih benda berisik yang mengganggu tidurnya, begitu dia sedikit membuka mata untuk mematikan lalu tidur kembali sejenak dengan spontan dia bangun melihat lagi jam di atas nakas 08.00Am. Gadis itu segera melompat dari ranjang berlari menuju kamar mandi. Hari ini ada tes. Mengingat dosen hari ini pak Doger si botak licin yang terkenal akan kedisiplinannya dan tepat waktu juga nilai plus bagi murid yang mematuhinya. Elvrince Jocely atau biasa dipanggil EL nama palsunya di Amerika.
Ritual mandi kilat itu pun selesai, ia berdiri didepan cermin mematut penampilannya memakai celana jeans biru longgar dipadukan blouse putih lengan panjang dan rambutnya dibiarkan tergerai.
El pun segera bergegas keluar rumah, begitu pintu terbuka telinganya disambut suara berisik dari teras samping rumah siapa lagi, kalau bukan pasangan suami istri yang romantis Grace Dan John. Senyum dibibirnya mengembang, ia menutup pintu dan menguncinya segera melangkah mendekat pagar pembatas antara rumah mereka.
“selamat pagi,,paman bibi?” teriak Elvrince dengan senyum yang cantik sambil melambaikan tangan. Pasangan suami istri itu menoleh dan menarik bibir ke atas dengan senyum ramahnya mereka menjawab
“Pagii incess,,kemarilah sarapan! kau pasti belum makan apa apa” seru john pria paruh baya, mereka tidak memiliki anak. semenjak Elvrince datang dan menjadi tetangganya ditambah ia adalah gadis baik dan ramah, mereka menjadi akrab bahkan Elvrince sudah dianggap seperti putrinya sendiri.
“Kenapa wajahmu muram , apa ada masalah? Ceritalah, kami siap mendengarkannya” ucap Grace.
“Terimakasih atas tawaran kalian, montorku masuk bengkel kalau aku ikut duduk dengan kalian sudah dipastikan aku akan terlambat” tolak Elvrince halus. Ia pun menjulurkan tangan memetik buah apel yang disampingnya. kebetulan pohon apel milik mereka tidak tinggi
“Aku ambil ini saja untuk mengganjal perutku” Lalu ia beranjak menuju pagar depan,namun belum sampai pagar sebuah teriakan membuatnya terhenti
“Hei nak, aku akan mengantarmu tunggulah sebentar.” seru john yang segera menyambar kunci montornya.
“Paman terimakasih tumpangannya” ucap Elvrince.
“bibimu menyuruh paman membeli bahan dapur” jawab john. Saat asik berbincang bincang tiba tiba montornya berhenti
“kenapa paman,,?” tanya Elvrince.
John yang merasa tidak enak pun berkata
“maaf El aku hanya bisa mengantarmu sampai disini, kurasa montornya mogok. padahal tadi pagi aku cek semua normal” ucapnya heran sambil meneliti montor. melihat raut wajah sedih, Elvrince mengusap lengan paman john lembut dan berkata
“tidak apa-apa paman ini tidak jauh dari kampusku,aku bisa naik bus “ ujar Elvrince meyakinkan. Terdengar helaan nafas kasar dari john.
”aku akan membawa ke bengkel depan” Elvrince yang siap ikut mendorong dari belakang harus terhenti saat john berseru
“kau mau apa? Apa kau ingin kehilangan nilai dan beasiswa mu El?” ucap John dengan nada yang dibuat seperti marah. Elvrince menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil nyengir kuda
“baiklah paman,aku akan pergi sekarang. Hati hati di jalan” ucap elvrince sambil melambaikan tangan.
10 menit berlalu tak ada tanda tanda bus akan lewat
”Haissh aku akan terlambat,bagaimana ini...” gerutu Elvrince frustasi. Namun pandangannya tidak sengaja menangkap sebuah mobil sport yang akan melintas di depannya, tanpa pikir panjang ia nekat lari ke tengah jalan berdiri merentangkan kedua tangannya
”Daddy, mommy aku mencintaimu. Ya tuhan, kalau aku mati kirimkan malaikat tampan yang mencabut nyawaku.” gumam Elvrince. Dia memejamkan mata kala mobil mulai mendekat beberapa meter, suara decitan roda mobil dan jalanan yang nyaring sudah dipastikan tubuhnya akan terpental namun setelah beberapa detik tubuhnya tak merasakan apa apa, ia segera membuka mata menghampiri sang kemudi yang terlihat shock dengan nafas tersengal sambil memejamkan mata. Melihat dalam mobil tak ada siapa pun Elvrince segera memutari mobil dan melompat masuk ke dalam. kebetulan atap atas mobil terbuka. Elvrince menyamankan bokongnya dan bersandar. Begitu seorang pria dibalik kemudi menoleh sambil melepas kaca mata,Elvrince bersuara
”Baiklah tuan,kita bisa jalan sekarang? Tapi aku turun di depan coffe Taria” ucap Elvrince tanpa dosa.
Dreyhan yang masih terkejut dengan yang terjadi beberapa menit lalu dan sekarang gadis itu melompat masuk mobil mahalnya lalu menyuruhnya jalan seperti menyuruh bodyguard. ia mengeraskan rahang terdengar suara gemletuk gigi yang beradu menahan amarah yang siap meledak
“Hei Nona! kau berdiri ditengah jalan, memangnya berapa banyak nyawa yang kau miliki!” bentak Dreyhan dengan tatapan tajamnya.
“kalau aku tertabrak olehmu maka aku terbebas dari dosen botak ” ucap Elvrince santai tanpa menoleh.
merasa ditatap dengan mata tajam, Elvrince pun menoleh. pandangan mereka berserobok sesaat saling mengamati tapi Elvrince memutusnya lebih dulu.
“Daripada anda marah-marah dan cepat tua, lebih baik anda jalankan mobilnya saja aku hanya menumpang sampai kampus depan tikungan”.
“aku tidak mau. kau pikir aku ini grab.” jawab Dreyhan tegas penuh penekanan
“Tolonglah tuan, aku hanya menumpang sampai depan perempatan saja.“ ucap Elvrince Sambil menyatukan kedua telapak tangan didepan dàda Sebagai permohonan. sedangkan Dreyhan melengos ke arah depan.
“itu bukan urusanku.” jawab Dreyhan ketus.
Jangan panggil namanya kalau dia tidak bisa melakukan hal nekat. Ide gila terlintas diotaknya, Tanpa pikir panjang dia mengambil alih kemudi meski harus berpangku dengan pria sombong. waktunya tinggal 10 menit sebelum jam kelas dimulai secepat kilat ia meninjak pedal gas dan
”aww! sakiitt.” teriak Dreyhan yang kakinya diijak sepatu
“Hei gadis gila,,hentikan mobilnya! Kau tidak bisa seenaknya.” bentak Dreyhan namun diabaikan Elvrince
“Hei aku bilang berhenti! Kita bisa mati konyol” bentakkannya seakan tak berarti apa-apa.
“kau mengendarai mobilku ugal ugalan kalau lecet bagaimana? hei gadis gila! kau dengar tidak!” Dreyhan yang sedari tadi mengumpat dan berusaha mengambil alih kemudi kuwalahan pasalnya Elvrince menambah kecepatan diatas rata-rata
“Persetan dengan mulutnya yang terpenting aku tidak telat, lagipun aku sudah gatal ingin menyentuh hal yang kusukai kalau Daddy tahu aku masih ugal-ugalan di jalan, mungkin daddy akan menyeretku pulang. Haisst Daddy aq merindukanmu.”
"ya Tuhan, gadis ini benar-benar gila. dia menekan juniorku. oh s**t! dia mulai bangun." gumam Dreyhan dalam hati. Dreyhan memejamkan mata pasrah apa yang akan terjadi namun baru menutup mata beberapa detik mobilnya memelan dan berhenti.
“Terimakasih tumpangannya tuan cerewet dan kejam, kita selamat sekarang buka matamu” Ucap Elvrince sambil menepuk pelan pipi Dreyhan.
merasa ada tangan lembut menyentuh pipinya Dreyhan segera membuka mata. tepat didepan matanya, gadis cantik dengan mata Hazel yang indah dan bulu mata lentik alami, bibir tipis yang sexy, hidung mancung dan rambut coklat yang tergerai indah, paket sempurna. Elvrince yang melihat Dreyhan seperti orang cengo hanya diam ia pun segera memutar badan beranjak pergi menuju kelas. Dreyhan yang menyadari sosok gadis itu pergi tapi masih terlihat punggungnya, berteriak sekuat mungkin
”hei gadis gila, kuharap ini terakhir kali kita bertemu”
Dreyhan yang tak menyadari bahwa ia berada di halaman kampus, beberapa mahasiswa yang melintas berbisik namun masih bisa didengar
”Mungkin El menolak cintanya” tebak salah satunya
”Ahh, aku jadi takut mengutarakan perasaanku.” timpal pria satunya sambil berjalan berlalu.
”ck! Apa hebatnya gadis itu, tindakan nekat dan bar barnya sungguh jauh dari kata anggun” gumam Dreyhan dalam mobil lalu mulai menyalakan mobilnya dan segera melesat keluar dari area kampus.