Lelah yang indah

1664 Kata
Nancy segera mendekat ke pintu, ia memasukkan kartu akses dan beberapa kali scan dibeberapa titik tubuhnya. Tak selang lama terdengar bunyi succes complite welcome miss Nancy , pintu besi berlapis emas itupun bergeser kesamping, menampilkan sebuah lorong sempit. Setelah kedua temannya masuk,Nancy baru masuk dan menutup kembali pintunya. Mereka hanya bisa berjalan satu persatu dan nancy yang mengintruksinya dari belakang, tak butuh waktu lama lorong sempit itu terhubung ke gudang kosong. Karena ruangan itu tak pernah digunakan apapun, kakak Nancy mengubah kode akes pintu agar untuk berjaga-jaga jika suatu saat ia menggunakan tak akan ada yang mengetahuinya termasuk sang ayah. Hidup berada di lingkungan yang dijaga ketat dan terlahir dari keluarga yang memiliki peranan penting di suatu negara tentu mengundang banyak musuh. Ditambah anak pemilik sekolah privat super mewah yang harus dituntut dengan kecerdikan otak, bahkan kedua orang tua Nancy memasukkan kedua anaknya untuk mengikuti latihan bela diri dan menembak,dan tidak cukup itu saja. Otaknya harus dijejali berbagai rumus yang membuatnya meledak tiap detiknya. Nancy segera membuka pintu ruang, agar ia dan kedua temannya segera keluar, mengingat jalan keluarnya yang masih panjang. “ayo lah kita keluar, ini sudah sore. Jangan sampai kita keluar dari sini malam, karna sebentar lagi akan ada yang masuk” seru Nancy yang sudah di ambang pintu Mereka melangkah keluar dan menuju satu-satu nya lorong yang begitu luas. “wow,,,sungguh menakjubkan!” sorak Migael yang menatap kagum. Sambil mengikuti langkah Nancy, Migael dan Elvrince masih berguman dengan apa yang barusan dilihat. “kenapa baru sekarang kau menunjukkan padaku?” ucap Elvrince sambil mensejajarkan langkahnya dengan Nancy Nancy menoleh sekilas dan berkata “untuk apa?” jawabnya singkat “aku bahkan tak bisa menafsirkan seberapa cerdas keluargamu Nanc” timpal Migael sambil menggelengkan kepalanya pelan. Nancy hanya tersenyum tipis dan mengangkat bahunya. Kini Elvrince dan Migael dibuat menganga dengan sesuatu yang didepannya, di depannya sebuah ruangan yang sangat luas dan dilengkapi alat-alat canggih serta layar transparan yang terpampang menampilkan setiap sudut bangunan ini. Migael dan Elvrince berjalan mengamati setiap titik di ruangan ini dengan tatapan tidak percaya. “ini adalah ruang kendali utama, cctv saja tidak cukup untuk mengontrol keamanan di sini.” Ucap Nancy yang seakan mengerti apa yang kedua temannya pikirkan. “dan hanya keturunan langsung dari keluargaku yang bisa masuk ke sini,pintu akses dijaga begitu ketat. Oleh sebab itulah kita melalui tangga tadi ” Imbuhnya lagi. Ia mengingat saat sang nenek menceritakan tentang ruang rahasia ini dan pintu rahasia sebagai jalur kedua. besoknya sang kakak nekat mencari ruang ini sesuai peta yang diberikan nenek nya. Begitu menemukan ruang ini, sang kakak mengcopy kartu akses untuk dirinya. Ia mengingat saat dirinya dan sang kakak yang sedang asik mempelajari beberapa hal dan experiment, ayahnya masuk. Dan dengan sigap sang kakak menariknya bersembunyi. Namun siapa sangka tempatnya bersembunyi justru membawa nya keluar. Meski dengan jalur extrem. Nancy pun melangkah dengan di ikuti Migael dan Elvrince. Namun yang dituju bukan jalan keluar melainkan jalan buntu. Setibanya, nancy menekan bagian dinding yang sedikit menonjol lalu tembok yang dikira buntu itu bergerak memutar seperti pintu yang terbuka. Menampakkan sebuah ruangan luas dan mewah, ranjang king size, cat dinding warna abu-abu dan putih dibeberapa bagian. Sofa panjang,dan disudut ruangan ada pintu yang sudah dipastikan itu walk in closet. Di dekat sofa ada sebuah pendingin minuman yang tersimpan beberapa minuman kaleng, bahkan ruangan ini sedikitpun tak ada debu. Atau memang sengaja di rawat. “aku dan Elvrince akan membersihkan badan sebentar, dan kau duduklah di sofa. “ seru Nancy Mereka berdua masuk ke walk in closet dan mengunci pintunya, Nancy yang menyuruh Elvrince untuk mandi terlebih dahulu lalu di anggukinya, sedangkan dirinya berjalan menuju lemari tempatnya menyimpan beberapa bajunya. Ia mengeluarkan dua jeans longga, tangtop, kaos longgar yang terlihat kebesaran dan dua jaket tebal. Karna diperkiraan cuaca tengah malam nanti akan naik dan kemungkinan akan turun salju, sekedar berjaga-jaga. Setelah ia menyiapkan barang yang akan ia dan sahabatnya, ia pun menghampiri lemari tempat pakaian kakaknya. Ia masih ingat di luar ada Migael. Ia pun kembali menghampiri lemarinya lalu menyibak beberapa gantungan jaket tebalnya yang menutupi sebuah laci yang menempel di dinding, ia memasukkan sebuah kode lalu laci itu pun terbuka menampilkan beberapa senjata seperti, shotgun,pisau lipat ,dan beberapa benda yang mirip kotak permen. Lalu ia mengambil sebuah kotak yang ia siapkan untuk sahabatnya. Senyum kecil terbit disudut bibirnya. Ia segera menutup kembali laci rahasia itu dan meletakkan beberapa senjata yang dia ambil tadi ke dalam sisi lemari yang kosong dan menutupnya. Tak berselang lama Elvrice keluar dari toilet dan Nancy segera masuk untuk membasuh badannya yang penuh keringat secara kilat. Elvrince menarik sudut bibirnya dengan mata berbinar, Nancy bukan hanya sekedar sahabat terbaik tetapi ia seperti saudara perempuannya. Karakternya yang tangguh,berani,mandiri, adalah nilai plus untuknya. Elvrince teringat saat dulu ia baru masuk sekolah dasar di Hidden Side tak ada satu pun yang mau berteman dengannya, ia selalu menangis di taman belakang sekolah,duduk dibangku dekat kolam ikan yang ditumbuhi bunga teratai. Hingga sosok perempuan tomboy seusia nya menghampiri dirinya dan menjulurkan telapak tangan untuk dijabatnya. Dan akhirnya bercerita bahwa perempuan tomboy itu juga tidak pernah memiliki teman, karna penampilannya yang seperti laki-laki dan suka berkelahi. hingga satu saat dirinya menginap di rumah Nancy ia melihat sahabatnya latihan menembak bersama sang kakak, akhirnya ia pun ikut serta berlatih menembak dan latihan bela diri. Ceklekk Nancy yang melihat Elvrince masih mematung dengan handuk yang melilit, menghembuskan nafas pelan. Ia berjalan menghampiri sahabatnya “hey,,ada apa kau menangis” seru nancy yang berda di sampingnya Elvrince yang mendengar seruan Nancy sedikit terlonjak dan memegang dadanya, ia menoleh dan memeluk Nancy dengan erat sambil terisak. Tangan nancy terangkat mengelus punggung Elvrince dengan lembut,hanya itulah yang ia bisa lakukan. Entah apa yang dipikirkan sahabatnya ini. “terimakasih kau sudah mau menjadi sahabat juga saudara perempuanku” ucap Elvrince sambil mengurai pelukannya. “iya. Terimakasih juga kau mau menjadi sahabat sekaligus saudara yang brandal sepertiku” jawab nancy yang di iringi tawa keduanya. Mereka pun segera berganti pakaian, setelah siap dengan penampilan mereka berdua. Nancy berjalan menghampiri laci tempat ia menyiapkan senjata tadi. Ia meletakkan di atas meja lalu berbalik mengambil sebuah kotak yang memang akan ia berikan pada Elvrince. “El, aku punya sesuatu untukmu” ucap Nancy sambil menyodorkan kotak itu pada Elvrince. Elvrince mengernyit sambil menatap kotak yang disodorkan sahabatnya, tangannya terulur menerima kotak itu. Ia meletakkan kotak itu di atas meja lalu membukanya, sontak ia menutup bibirnya dengan telapak tangan dan matanya membulat. Ia melirik Nancy yang tersenyum ,dengan mata yang berkaca-kaca ia mengambil isi dalam kotak. Sebuah pistol dengan pisau lipat berwarna ungu kesukaannya. Ia menghambur kepelukan Nancy, rasa bahagia bercampur terharu. Keinginan konyol nya kini berada di depan matanya sendiri. isak tangis terhenti saat sebuah teriakan dari luar dan gedoran pintu yang kuat masuk ke telingan dua gadis “apa kalian tidur atau sedang bermain drama?” teriak Migael dari luar “aku juga ingin mandi,badanku sudah lengket,hey cepat keluar” imbuhnya dengan kesal. Elvrince dan Nancy terkikik geli sambil menggelengkan kepalanya pelan “iya, 10 menit lagi” seru Elvrince Mereka berdua pun segera berbenah, menyelipkan pisau lipat di sisi sepatu yang mereka kenakan. Dan sebuah saku yang melilit dipaha untuk menyimpan pistol. Maka dari itulah mereka menggunakan celana jeans besar . Mereka berdua pun keluar dan berganti Migael, tak selang lama 15 menit migael sudah siap namun dengan penampilan berbeda, Migael memakai jeans lebih ketat dengan kaos polos hitam dan jaket kulit anti peluru. Dibalik jaket kulit yang terlihat biasa terselip beberapa senjata seperti 2 pistol,pisau lipat,4 kotak mirip tempat permen yang selalu ia lihat di supermarket. “apa kalian siap?” tanya nancy pada kedua sahabatnya dan mendapat anggukkan keduannya. Nancy pun berjalan ke arah pendingin minuman,Elvrince dan migael yang melihatnnya mengernyitkan dahi nya namun seketika di buat menganga, Mereka berdua segera melangkah bergabung dengan Nancy. Nancy segera menekan tombol dan pintu tertutup,ruang sempit berbentuk persegi yang mereka pijak bergerak kebawah tak lama pintunya terbuka. Entah dunia apa yang mereka lihat saat ini, Sebuah pendingin minuman tiba-tiba bergeser dan menampilkan lift lalu turun dan membukakan pintu yang menyuguhkan pemandangan indah luar biasa. seluncuran yang menukik kebawah sekitar 7 meter, seluncuran itu berkelok turun kebawah dan entah seberapa panjang sluncuran itu. Nancy meraih 2 papan besi yang mirip bak mandi tetapi berbentuk lonjong, ia menyerahkan 1 pada Migael. “karna Cuma ada 2 jadi, el kau bersamaku” seru nancy sebelum migael bersuara. Sebelum seluncur, Nancy mereset semua data yang ia gunakan untuk masuk dan secara otomatis semua akses tertutup. Mereka bersiap meluncur, dan Elvrince yang menutup kedua matanya dengan rapat membuat kedua sahabatnya terbahak. “hey, aku takut! Kita akan jatuh menukik” seru Elvrince dengan mengerucutkan bibirnya “baiklah, kita akan turun sekarang sebelum benar-benar gelap” ucap Nancy “dan kau Migael, cepat turun! Aku akan sluncur saat kau sudah berada tepat masuk area pinus” imbuh Nancy Migael bersiap di tebing seluncur,ia memposisikan papannya dan duduk diatas papan.tangannya berpegang disamping sisi lalu, kakinya siap menekan papan untuk menjatuhkan “Aaaaaaaaaaa” teriak Migael yang suaranya menggema. Elvrince dan Nancy melakukan hal yang sama hanya saja Evrince Cuma berpegangan sedang Nancy yang didepan menekan papannya perlahan. Mengingat bebannya lebih berat maka tingkat kecepatan turunnya akan dua kali lipat. “Aaaaaaa” teriak Elvrince menggema di telinga Nancy. Beruntung ia menggunakan earphone jadi bisa meredam lengkingan kuat sahabatnya. Tepat diperkiraannya papannya melaju normal dan terlihat beberapa meter, Migael yang mengabadikan liwat vidio. “El, buka matamu! Dan lihat lah sekelilingmu” ujar Nancy Sontak Elvrince membuka matanya dan ia menatap sekelilingnya dengan mata yang membola dan berbinar,ia mengangkat kedua tangannya dan bersorak gembira. Bukit yang mengelilingi,rumput hijau yang tertata rapi,bunga liar berbagai warna tumbuh sepanjang ia melintas,matahari yang separuh sudah tenggelam tapi masih menyisakan sinarnya. Pemandangan indah itu pun harus berakhir kala ia memasuki jalur tebing area pinus, dua menit papan itu meluncur akhirnya berhenti di titik terakhir yaitu sebuah ruang disana sudah ada beberapa bodyguard yang menunggu. “jalur tadi menembus rumahmu?” tanya Elvrince. Dan di hanya diangguki oleh Nancy.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN