Keesokan harinya,Elvrince yang bangun pagi-pagi agar tidak terlambat untuk bertemu dengan agency rumah dan kini ia telah siap dengan pakaian rapi. Pertemuan langsung di tempat lokasi. Tadi malam sang agency sudah mengirim alamat ke nomor ponsel Elvrince. Karena takut terlambat, Elvrince segera bergegas keluar dan menghampiri taksi yang sudah ia pesan. Sepanjang perjalanan ia hanya menatap luar jendela, menatap kota yang tak pernah tidur. Terik panas menyambut melalui lorong kaca tanda jalan terang sedang terbuka. Debu jalan bergulung dengan angin kian melambai.
Empat puluh lima menit perjalanan yang Elvrince tempuh akhirnya ia sampai di tempat tujuan. Dua orang dewasa pria dan wanita yang juga baru sampai melambai tangan kepada Elvrince. Elvrince berjalan menghampiri kedua orang dewasa itu. Mereka saling menjabat tangan tanda perkenalan. Tanpa menunggu waktu lama,Elvrince di persilahkan untuk melihat bagian rumah. Kedua orang dewasa yang merupakan agency rumah, menjelaskan kelebihan maupun kekurangan tiap sudut. Mereka juga menawari Elvrince jika ada bagian rumah yang ingin di rubah sesuai keinginan Elvrince. Rumah klasik yang tak banyak barang hanya perabotan yang diperlukan sehari-hari, tempat tidur yang masih layak di pergunakan,bagian depan rumah tertata rapi. Sempurna. Itulah yang ada di benak Elvrince. Begitu Elvrince menjatuhkan pilihan sang Agency menyerahkan dokumen kepemilikan rumah dan langsung di tanda tangani oleh Elvrince.
‘’terima kasih nona,kau satu-satunya pembeli tanpa basa-basi’’ ucap wanita dewasa.
‘’aku menyukai rumah ini’’ jawab Elvrince
‘’kami permisi dulu, semoga anda nyaman di rumah ini’’ pamit sang agency
‘’terima kasih’’ jawab Elvrince singkat.
Setelah urusan rumah selesai, Elvrince bergegas pergi. Karena sejak pagi ia belum sarapan maka Elvrince akan mencari sesuatu yang bisa buat mengganjal perut. Ia berjalan kaki menyusuri rumah warga,sesekali ia menyapa orang yang tidak sengaja berpapasan. sengaja tidak memesan transportasi online karena ia ingin melihat langsung lingkungan yang akan menjadi tempat tinggalnya yang baru. Sepanjang ia melangkahkan kaki tidak ada sampah yang berserak,tempat yang ia pilih benar-benar mematuhi tentang tata tertib. Di setiap sudut tikungan tersedia tong sampah besar dengan tulisan peringatan. Saat Elvrince sampai di ujung jalan keluar area perumahan,ada seorang satpam menyapa dan menanyakan tentang siapa dirinya. Hidup berdampingan bertahun-tahun tentu akan tau siapa tetangga mereka, maka dari itulah sang satpam bertanya berbagai hal.
Semilir angin meniupkan udara segar ke wajah Elvrince yang sedang duduk di sebuah kedai kopi. Roti bakar dan secangkir coffe latte menemani sarapan pagi yang bisa dibilang telat karena waktu menunjukkan hampir tengah hari. Sambil menikmati makanan ia memandang ke arah luar kedai, tepat di seberang jalan terdapat toko bunga yang lumayan ramai pembeli. Sesaat pandangannya fokus pada wanita paruh baya dengan penampilan mencolok, dari atas hingga bawah terlihat jika wanita paruh baya itu orang kaya. Tak jauh di belakang wanita itu ada seorang pria dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Elvrince beranjak dari duduknya, ia merogoh saku dan meninggalkan beberapa lembar uang. Ia melangkah tergesa keluar kedai dan tepat ia akan menyebrang untuk mendekati, seorang pria itu menyambar tas milik wanita paruh baya dan membawa lari. Elvrince segera mengejar pria itu bahkan ia tak menghiraukan beberapa klakson yang berteriak mengumpatinya. Ia terus berlari mengejar perampok itu hingga di balik gedung, jarak yang semakin dekat dengan sang perampok Elvrince melihat sebuah tong kosong dan dengan sekali tendagan, tong kosong itu terlempar mengenai perampok dan tersungkur. Belum sempat sang perampok bangun, Elvrince sudah membekuk tangan perampok dan menginjak tengkuknya.
Dari arah belakang segerombolan polisi dengan di ikuti para warga berbondong menghampiri Elvrince. Begitu polisi mengambil alih penjahat itu, Elvrince menyambar tas yang di curi dan menyerahkan pada wanita paruh baya. Wanita paruh baya itu terlihat merogoh sesuatu yang ada di dalam tas..
‘’ambillah nak,’’ ucap wanita paruh baya sambil menyodorkan lembaran uang yang sangat banyak.
‘’Tidak nyonya,terima kasih. saya hanya ingin membantu saja’’ tolak Elvrince halus dengan mendorong tangan wanita paruh baya yang menyodorkan uang.
‘’ambil saja nak,simpanlah untukmu.anggap ini sebagai bentuk ucapan terima kasih dariku’’ ucap wanita paruh baya yang memaksa Elrince untuk mengambil uang yang ia berikan.
‘’terima kasih untuk kebaikan hatimu nyonya, saat ini saya benar-benar tidak membutuhkan’’ ucap Elvrince selembut mungkin agar wanita di depannya tidak tersinggung.
‘’ini kartu namaku, jika perlu bantuan hubungi ke nomor itu.sekali terima kasih’’ ucap wanita paruh baya lalu melangkah pergi.
Melihat penjahat yang sudah di tangani polisi,Elvrince melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Ia berjalan menyusuri trotoar sambl melihat deretan toko yang berjejer sepanjang ia melintas. Ia berhenti saat melihat mesin yang di dalamnya terdapat aneka minuman kaleng, ia mendekat dan mengeluarkan beberapa koin.mesin seperti ini akan tersebar di berbagai tempat dengan memasukkan beberapa koin sesuai harga yang tertulis sudah mendapatkan minuman atau camilan ringan. Drama kejar-kejaran cukup membuat kerongkongannya mengering, dengan sekali teguk air di dalam kaleng itu langsung tandas. Ia membuang kaleng itu ke tempat sampah dan melanjutkan langkahnya menyusuri jalan sambil mengamati setiap sudut area hingga matanya jatuh pada tulisan yang terpampang di depan pintu kaca sebuah bangunan yang lumayan besar.dicari karyawan part time/full time. Elvrince segera melangkah dan memasuki bangunan itu. Tiing bunyi sensor di pintu saat Elvrince masuk ke dalam. Seorang wanita parung baya menghampiri Elvrince dengan senyum yang terukir
‘’selamat datang di Laundry clean’’ seru wanita paruh baya
‘’selamat siang nyonya, maksud kedatangku kesini untuk melamar menjadi pegawaimu karena aku melihat di depan tertulis sedang membutuhkan karyawan’’ terang Elvrince dan mendapat senyuman dari wanita paruh baya.
‘’apa kau berniat bekerja disini?’’ tanya serius wanita di depannya
“tentu saja. Tapi apa boleh aku mengambil paruh waktu? Aku masih kuliah dan membutuhkan uang” ujar Elvrince. Ya,Elvrince berbohong kalau dia membutuhkan uang padahal tinggal gesek saja berapa pun yang ia mau akan keluar. Tapi ia telah berjanji pada dirinya sendiri jika sang ayah mengijinkan maka ia tidak akan mempergunakan uang sang ayah.
“Tentu saja boleh. Aku bangga memiliki pegawai yang pekerja keras dan mau membiayai kuliah sendiri. Namaku Grace dan kau bisa mulai bekerja besok” ucap wanita bernama Grace
“Benarkah? Ya Tuhan, aku senang sekali nyonya. Besok aku akan datang tepat waktu” ucap Elvrince antusias
“ panggil aku bibi saja, dan siapa namamu?”
“Elvrince Jocely atau panggil saja El” ucap Elvrince sambil mengulurkan tangan dan mereka saling berjabat tangan.
“baik El, kau aku terima.aku tunggu kedatanganmu” ucap wanita paruh baya sambil mengusap lengan Elvrince.
***
ITALIA.....
Seorang pria tampan dengan setelan baju kerja yang mahal duduk di sofa menghadap empat orang pria yang bertubuh kekar. Rahangnya yang tegas,sorot mata yang tajam penuh bara api terus memandang keempat orang yang berdiri dengan wajah menunduk, menanti kata yang amat ia tunggu. Bermenit-menit tidak ada suara akhirnya sang pria menghembuskan nafas kasar.
‘’bagaimana? Ada informasi tentang Barleyku?’’ ucap sang pria penuh intimidasi
‘’ma-maafkan kami tuan,ka-kami be-belum bisa me-menemukan tentang Nona Barley. Ma-mata-mata kita yang berada di kediaman Aurzach ti-tidak mendapatkan informasi kemana Nona Barley pergi’’ jelas panjang lebar ketua bodyguard dengan susah payah.
‘’Tidaak becus!’’ amuk sang pria
Pyaaarrrrrrr
Agride Jelioneus pria berumur 27 tahun yang merupakan CEO dari perusahan terbesar di Italia. Kinerja yang bagus,cerdas dan licik. Tangan Maut itulah nama yang selalu dibincangkan di publik. Bekerja sama dengan Agride tak akan mudah meski ikatan dengan Agride mampu membuat suatu perusahan bisa berkembang. Agride selalu mengambil keuntungan 50-70 persen, tergantung perolehan laba. Berkali-kali banyak pengusaha yang mencoba menggelapkan dana namun semua berakhir musnah. Bagi yang memiliki anak gadis,nasibnya akan berakhir di club. Ya,Agride akan menjualnya. Elvrince adalah gadis kecil yang mampu menggetarkan hati Agride,cintanya pada Elvrince begitu hebat. Sampai saat Elvrince dewasa,tidak sekali pun ia menyentuh bahkan menjamah Elvrince. karena kecerobohan dirinya yang tak mampu menepis wanita ular hingga Elvrince mengetahui sendiri bahwa ia berkhianat. Ia juga tidak menduga kalau Elvrince akan datang dan mengetahui pin panthouse nya.
‘’cari detektif paling hebat untuk melacak keberadaan Barleyku!’’ perintah Agride
Keempat pria bertubuh kekar pun segera beranjak keluar dengan tergesa. Mereka tidak ingin berakhir babak belur di tangan sang bos,luka yang mereka dapat kemarin belum hilang. Sejak kekasih sang bos mengakhiri hubungan,sejak itulah sang bos berubah 180 derajat lebih kejam. Raut wajah yang semakin mengerikan setiap harinya membuat para pegawainya selalu di rundung kecemasan. Salah sedikit saja kalau tidak di pecat, ya akan kerja lembur. Sang bos yang begitu mencintai kekasihnya namun di belakang bermain-main dengan wanita lain. Keempat bodyguard itu menggelengkan kepala sambil berjalan.
Perasaan yang hancur dan berkeping membuat Agride frustasi, ia berjalan masuk ke kamar yang ada di ruangan kerja. Ia melemparkan tubuhnya ke ranjang yang besar. Ia menatap ke sekeliling ruangan yang tertempel banyak pigura gambar seorang gadis dengannya, dari usia 13 tahun hingga usia 20 tahun. Gadis sama yang pertama kali ia lihat di tempat latihan bela diri. Gadis kecil yang selalu membuat hari-harinya tersenyum dan tertawa. Gadis kecil bertingkah konyol yang mampu meruntuhkan hati Agride yang dingin. Saat usia gadis kecil 17 tahun,saat itulah ia memberanikan diri mengungkapkan cinta. Tapi siapa sangka jika gadis kecil itu juga mencintainya. Hari itu, di usia 24 tahun ia lulus dari akademi dan pulang ke Italia, waktunya yang ia habiskan untuk perusahaan membuat jarak komunikasi dengan gadis kecil berkurang.memori itu terus berputar di kepala Agride,tanpa sadar cairan bening turun membasahi pipi. Untuk pertama kali seorang Agride menangis hanya karena hubungannya dengan sang gadis berakhir. Gadis kecil yang ia panggil Barley ialah Elvrince.
‘’Barley,kemana kau sayang? Hiks hiks...maafkan aku yang menyakitimu. Tapi kenapa kau tidak mau mendengarkan penjelasanku dulu.ini tidak seperti yang kau pikirkan’’ ucapnya sendiri yang masih berlinang air mata
Agride mengusap air matanya kasar lalu merogoh benda pipih dalam saku celana lalu duduk di tepi ranjang dan mencari nomor seseorang, begitu menemukan ia langsung memencet dan menempelkan benda pipih it ke telinga. Dua kali tidak dijawab dan ketiga kali baru sambungan telefon itu diangkat.
‘’dimana kau megirim Barleyku?’’ seru Agride begitu sambungan yang di seberang menyapa
[kau pikir aku aku akan mengatakan.bajingan sepertimu harus diberi pelajaran]
‘’kau tidak tahu yang sebenarnya,Nancy!’’ bentak Agride dengan nada tinggi. Orang yang Agride hubungi ialah Nancy. Cuma Nancy yang bisa mengendalikan data pencarian. Nancy mewarisi otak cerdik ayahnya begitu juga dengan kakak Nancy.
[aku tidak ingin tahu dan tidak mau tahu tentang deritamu. Sekali lagi kau mendekati sahabatku akan ku hancurkan kau sampai akar] Ancam Nancy dari seberang telfon.
‘’kumohon..tolong lah, aku hanya ingin menjelaskan sesuatu’’ mohonnya dengan suara pelan dan memelas.
[satu tahun aku diam Agride.kau tau itu. Dia telah mengetahui dengan kedua matanya sendiri, dan janjiku jika dia sampai memergokimu akan ku hilangkan dari hidupmu. Aku cukup berdosa telah membiarkan dia terlalu lama tersakiti. Kau b******n yang tak pantas bersanding dengan sahabatku] setelah mengatakan itu sambungan terputus sepihak.
‘’Nancy.........kau sialan! Jika nanti aku menemukan Barley akan ku beri hukuman kau’’ murkanya sambil menyapu lampu tidur yang berada di atas nakas sehingga membuat lampu itu jatuh pecah dan berserakan. Tangannya mengepal kuat hingga otot-ototnya keluar.
Ia berjalan menuju figura besar yang terdapat gambar dirinya dengan Elvrince, gambar makan malam romantis di galery termegah Hidden side. Tempat dimana cintanya diterima oleh Elvrince. Wajah cantik dan senyum yang begitu indah,tawa lepasnya yang mampu membuat dunia Agride dipenuhi bunga. Ia memeluk figura besar itu dan air ,matanya kembali turun semakin deras.
‘’maafkan aku sayang, apa pun akan aku lakukan asal kau mau kembali padaku.’’ Racau Agride di sela-sela tangisnya yang semakin lama semakin kuat.
***
California...
Seorang pria dengan pakaian santainya sedang duduk santai menikmati teh mint bersama pria paruh baya, saling menanyakan kabar dan keadaan sambil melempar sedikit lelucon. Dreyhan Clief Auston dan ayahnya Tuan Auston, dua pria beda usia yang memiliki kesamaan wajah yang begitu mirip kini duduk satai di samping rumah.
‘’aku akan kembali ke perusahaan besok Pa’’ seru Drehan mulai serius.
‘’papa pikir kau masih ingin berkeliling pulau di dunia. Baru saja papa akan mengeluarkan bill untukmu’’ ujar sang papa dan mendapat kekehan dari Dreyhan.
‘’bisnis kita yang di Asia sudah mulai berjalan. Untuk dua bulan terakhir kemajuannya juga cukup pesat’’ ucap Dreyhan sambil mengunyah Browie kesukaanya.
‘’Papa selalu bangga padamu nak, kau memiliki tangan dewa bisnis. Papa akan bersiap dan kau tangani perusahaan’’ ucap papa Dreyhan dan mulai beranjak dari tempat duduknya.
‘’Bersiap? Memangnya papa ada perjalanan bisnis kemana?’’ tanya Dreyhan dengan menyatukan kedua alis.
‘’memangnya kau sendiri yang bisa liburan. Sudah lama papa dan mam tidak bulan madu, mempunyai dua anak sama saja seperti tak punya anak’’ ucap sang papa dan mulai melangkah meninggalkan Dreyhan tapi baru beberapa langkah sag papa berhenti dan menolehkan separuh badannya kepada Dreyhan
‘’cepat carikan aku menantu! Aku ingin menimang cucu’’
Seruan sang papa membuat Dreyhan terbatuk. Ia melotot memandang ke arah sang papa yang sudah berjalan jauh darinya.
‘’menikah,apa-apaan ini. Aku masih muda dan ingin menikmati hidupku, wanita hanya akan merepotkan saja. Sifatnya yang manja dan segala hal menuntut pasangan untuk romantis,sungguh. Membayangkan saja aku sudah pusing’’ gumam Dreyhan lirih sambil mengunyah kembali Brownie buatan ibunya yang lezat tak tertandingi.