Bingkisan Misterius

1042 Kata
Anne menjalani tugasnya sebagai istri dengan mengurus keperluan Andrew. Hari ini adalah hari pertama Andrew mulai bekerja setelah cuti beberapa hari. Andrew akan menemui produser untuk membahas project yang akan mereka garap. Andrew juga akan bertemu sutradara, penulis naskah hingga beberapa pemain yang tergabung dalam project tersebut. Anne menyiapkan pakaian untuk Andrew sementara Andrew sedang mandi. Kemeja putih lengan panjang dan celana hitam panjang menjadi pilihan Anne serta rompi hitam tanpa lengan. Anne membayangkan jika Andrew memakai setelan yang dipilih Anne akan membuat Andrew terlihat lebih tampan dan berkharisma. Anne meletakan setelan Andrew di atas kasur dan segera pergi ke bawah untuk memasak makanan untuk suaminya tercinta. Banyak pelayan dan koki dirumah ini tapi Anne memilih menyiapkan sendiri semua keperluan dan makan Andrew. Andrew memiliki sejumlah jadwal syuting yang padat. Andrew telah menandatangani sejumlah project dan itu berlangsung selama satu bulan ke depan. Andrew berjanji kepada Anne setelah project nya berakhir, Andrew akan membawanya untuk honeymoon. Anne pun tak banyak menuntut karena Anne tahu tentang kesibukan suaminya itu sebagai aktor papan atas. Anne juga tahu resiko menjadi seorang istri dari aktor kenamaan. Banyak wanita cantik dan seksi di sekeliling suaminya itu. Anne juga mengetahui kalau project selanjutnya, Andrew akan bekerja sama dengan aktris papan atas Sandra Miguel. Sandra Miguel adalah aktris muda berbakat dan cantik pernah dikabarkan dekat dengan Andrew. Andrew meyakini Anne kalau ia tidak pernah menjalin hubungan serius dengan wanita manapun. Andrew sibuk dengan segala rutinitas keartisannya dan dari dulu Andrew hanya menyukai Anne kecil dan setelah bertemu langsung menikah. Anne hanya bisa berharap Andrew tidak tergoda dengan wanita-wanita yang lebih cantik darinya karena Anne sadar dirinya hanyalah seorang perempuan biasa saja. Anne duduk termenung di meja makan. Pikirannya sedang membayangkan jika Andrew meninggalkan dirinya untuk wanita lain yang lebih cantik darinya. Bagaimana dengan nasibnya kedepan setelah ditinggalkan Andrew. Setitik air mata mengalir di pipinya. Anne merasa sedih membayangkan hal itu terjadi padahal belum tentu akan menjadi kenyataan. Andrew yang melihat Anne termenung dan menangis di meja makan langsung menghampiri Anne. Andrew memegang bahu Anne dan sontak membuat Anne terkejut, dengan segera ia menghapus air matanya. " Aku mencarimu honey dan aku melihatmu menangis di meja makan. Ada apa sayang ?" tanya Andrew lembut. Andrew mengambil kursi makan disebelah Anne dan ia duduk di depan Anne. Andrew memperhatikan wajah Anne dan menyentuh pipi istrinya itu dengan lembut. Masih terasa di tangan Andrew pipi Anne yang basah. " Aku tidak apa-apa Drew, aku hanya merindukan ibuku " jawab Anne. Anne tak sepenuhnya berbohong. Saat ini ia memang merindukan ibunya. Entah kenapa Anne merasa sedikit sensitif. Andrew berdiri dari duduknya dan menarik tangan Anne untuk berdiri kemudian Andrew memeluk Anne dengan erat. Andrew mengelus pucuk kepala Anne dan mengusap punggung Anne untuk menenangkan istrinya yang sedang sedih dan merindu. Robert mengurungkan niatnya untuk ke meja makan ketika ia tidak sengaja melihat tuan dan nyonya Anne berpelukan di meja makan. Robert melakukan tugasnya untuk memeriksa pekerjaan koki di dapur apakah makanan telah tersaji di meja makan atau belum. " Weekend ini aku berjanji akan mengajakmu berkunjung ke rumah ibu mu honey, jangan bersedih lagi karena aku tak suka melihat air matamu honey" ucap Andrew berusaha untuk menenangkan Anne. Anne hanya mengangguk di d**a Andrew. Anne menghirup aroma tubuh Andrew. Wangi parfume maskulin Andrew membuat Anne betah berlama-lama dalam pelukan Andrew. Anne membalas pelukan Andrew dengan erat seakan ia enggan untuk melepaskan suaminya. Andrew merasa hari ini Anne bersikap sedikit aneh. Apa mungkin ini efek kerinduan Anne terhadap ibunya. Pada saat pernikahan mereka tak ada satupun dari orang tua mereka yang hadir. Anne hanya memiliki ibunya yang tinggal disebuah kota kecil bernama Ellicottville. Kota kecil ini terletak di sudut barat negara bagian. Julia nama dari ibu Anne memiliki sebuah penginapan sederhana di kota tersebut. Kebetulan banyak wisatawan asing yang sedang berkunjung dan membooking penginapannya untuk berlibur sehingga beliau tidak dapat hadir dikarenakan hanya memiliki satu karyawan dan tidak mungkin karyawannya itu mengurus segala keperluan para wisatawan sehingga Julia meminta maaf kepada Anne tidak bisa datang ke acara pernikahan mereka. Doa tulus untuk kelancaran acara pesta pernikahan anaknya. Sedangkan orang tua Andrew sedang di Australia mengurus bisnis mobil mewah yang sedang berkembang pesat di negara tersebut. Dua mobil mewah Andrew sebenarnya pemberian dari orang tua Andrew sebagai kado pernikahannya. Bukan berati Andrew tidak mampu untuk membeli mobil mewah. Ia sudah memberi uang cash kepada mommy n daddy nya tapi mereka menolak. Orang tua Andrew merestui pernikahan anak tunggalnya itu karena dulu Andrew kecil sering menceritakan Anne kecil pada Mommynya. Sehingga ketika Andrew kembali menceritakan pertemuannya dengan Anne di kafe dekat lokasi syutingnya, mommynya langsung menyetujui hubungan mereka. Itu semua demi kebahagian Andrew. Anne duduk di tepi ranjang nya. Tiga jam sejak kepergian Andrew, Anne lebih memilih untuk berdiam diri di kamar. Anne sedang tidak ingin melakukan kegiatan apapun. Ia hanya berdiam diri sambil merenung. Tak lama kemudian terdengar ketukan dari luar kamar Anne. Anne membuka pintu dan melihat seorang pelayan wanita yang masih muda mengantarkan sebuah bingkisan berbentuk kotak berukuran sedang untuknya. Bingkisan tersebut terlihat seperti kado karena dibungkus dengan menggunakan kertas kado bewarna pink. " Nyonya, saya mengantarkan bingkisan untuk nyonya." ucap pelayan itu sambil menyerahkan bingkisan tersebut." ucapnya sopan. " Terima kasih " jawab Anne lembut. Anne menutup pintu kamarnya dan membolak balikkan bingkisan tersebut. Tak ada nama pengirim dari bingkisan ini dan siapa pula yang mengirim bingkisan padanya sedangkan ia tidak mempunyai teman di kota ini. Apakah bingkisan ini untuk Andrew, batin Anne. Anne penasaran dengan bingkisan misterius yang berada di kedua tangannya. Anne duduk di depan meja riasnya dan mengambil gunting untuk membuka bingkisan tersebut. Tak butuh waktu lama, Anne segera membuka kotak tersebut dan betapa terkejutnya ia mendapatkan apa yang ada di dalam kotak itu. " Aaaaaaaa " teriakan Anne begitu keras membuat Robert dan beberapa pelayan rumah segera berlari ke arah kamar utama. Robert membuka pintu kamar utama yang untungnya tidak terkunci dan betapa terkejutnya ia melihat nyonya Anne ketakutan dengan tubuh gemetar meringkuk di tepi ranjang nya. Robert melihat sebuah kotak yang tergeletak di lantai dan dipastikan nyonya Anne berteriak karena isi dari kotak tersebut. Beberapa pelayan mencoba menenangkan nyonya mereka dan Robert segera menyuruh pelayan yang lain untuk membersihkan kekacauan ini. Robert segera mengeluarkan ponselnya dan Robert langsung menghubungi tuan Andrew atas insiden yang menimpa nyonya Anne.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN