Pindah ke Mansion

1017 Kata
" Aku sudah memperingati anak buahmu tapi kalau kalian masih mengeluarkan pemberitaan yang tidak-tidak tentang istriku, aku pastikan usaha percetakanmu akan segera gulung tikar " ancam Andrew. Andrew langsung menutup sambungan telponnya. Ia langsung mendial angka dua di ponselnya dan tak lama kemudian sambungan telpon pun terhubung. " Terus awasi pemberitaan seputar istriku. Jika mereka memberitakan yang tidak-tidak mengenai istriku langsung kau hancurkan usaha percetakan mereka " Andrew langsung menutup sambungan telponnya. Andrew tidak ingin membuat istrinya sedih karena pemberitaan tentang dirinya yang dulu pernah bekerja sebagai pelayan kafe. Andrew juga tidak ingin Anne berfikiran ia tidak pantas mendampinginya karena status sosial mereka. Andrew mencintai Anne tulus dari hati dan berharap Anne juga mencintainya tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Andrew sadar dengan pekerjaannya sebagai aktor pasti akan mengganggu sedikit banyaknya kehidupan Anne dan ia takut Anne tak tahan dengan tekanan itu sehingga Anne memutuskan untuk pergi darinya. Membayangkan kepergian Anne membuat Andrew sangat takut kehilangan Anne. Andrew mendial nomor pada telponnya dan tidak lama kemudian panggilan terhubung. " Robert, tolong kau siapkan semuanya. Besok aku dan istriku akan kesana !" " Baik tuan " jawab Robert. Robert merupakan kepala pelayan di Mansion Andrew. Beliau mengurus segala keperluan anggota mansion dan memiliki kuasa memerintah seluruh pelayan yang ada di Mansion Andrew. Usia Robert sudah melewati setengah abad dan ia masih terlihat bugar. Andrew menghormati Robert karena ia menganggap Robert sebagai pengganti orang tuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Andrew berdiri dari tempat duduknya. Ia keluar dari ruang kerjanya dan melangkah menuju kamar utama. Andrew membuka pintu dan terlihat istrinya sedang berbaring. Andrew mendekati Anne dan duduk di tepi ranjang sambil menatap wajah Anne yang terlelap. Ia mengelus pipinya dan mencium kening istri cantiknya itu. Andrew masuk ke dalam selimut dan menarik lembut Anne ke dalam pelukannya. Andrew pun terlelap sambil memeluk Anne. *** Cahaya matahari menyelusup masuk ke kamar utama. Anne yang terkena pantulan cahaya menggeliat. Anne membuka matanya dan sedikit terkejut wajah Andrew sangat dekat dengan wajahnya. Anne tersenyum dan membelai lembut rahang yang dipenuhi bulu-bulu tipis itu. Andrew terlihat lebih tampan jika tidur dan wajar saja Anne terpesona padanya. " Sudah puas memandang wajahku, honey " ucap Andrew sambil tetap menutup matanya. Andrew mengeratkan pelukannya pada Anne. " Ternyata kau sudah bangun " tanya Anne, spontan tangan Anne menjauh dari wajah Andrew dan Anne terus menatap Andrew yang masih memejamkan matanya padahal ia sudah bangun entah sejak kapan. Andrew membuka matanya dan tersenyum melihat Anne. Andrew mencium singkat bibir Anne dan mengelus pipi Anne. " Honey, hari ini kita pindah ke rumah kita " ucap Andrew sambil terus menatap Anne dan sesekali mengelus sayang kepala Anne. " Apa kau beli rumah, Drew ? tanya Anne polos. " Tidak honey, Aku sudah lama memiliki rumah dan aku ingin kita pindah ke rumahku. " jawab Andrew. " Oo baiklah " ucap Anne singkat " Hey honey kenapa wajahmu kelihatan murung ? Apa kau tidak suka pindah ke rumah, honey ?" tanya Andrew memperhatikan wajah Anne. " Tidak Drew, aku suka kemanapun kita pindah asalkan bersama dirimu " Kata Anne tersenyum. " Kau sudah pandai menggodaku honey, lihatlah ia yang tidak tahan untuk digoda " ucap Andrew menunjuk ke arah juniornya yang sudah berdiri. Anne langsung melihat ke arah yang ditunjukan Andrew dan seketika semburat merah hadir di kedua pipinya. " Kau harus bertanggung jawab, baby " ucap Andrew yang sudahnya mulai serak. Andrew mencium bibir Anne lembut. Perlahan tapi pasti Andrew membuat Anne merasa melayang dengan ciumannya. *** Andrew berhenti di depan rumah mewahnya. Ia menyuruh penjaga untuk membuka pintu gerbang dan mobil kembali masuk ke pekarangan luas rumah Andrew. Anne hanya melongo tak percaya bahwa suaminya ini memiliki mansion yang berasitektur khas Inggris ala victoria dengan bagasi mobil dipenuhi beberapa mobil mewah. Mansion ini didominasi cat bewarna putih dan silver yang membuatnya menjadi hunian mewah nan elegan. Mansion ini memiliki tiga lantai yang mana lantai pertama merupakan tempat khusus koleksi mobil-mobil Andrew. Sedangkan lantai ke dua dan tiga merupakan rumah utamanya. Andrew membawa Anne masuk ke mansion untuk diperkenalkan dengan para pelayannya. Saat masuk ke dalam mansion, Andrew dan Anne disambut oleh Robert dan lima belas pelayan yang memakai seragam pelayan yang bekerja dengan porsi kerjaan yang telah ditetapkan. Robert sang kepala pelayan tersenyum ramah pada kedua majikannya diikuti dengan tunduk hormat para pelayan. " Selamat datang tuan dan nyonya " sapa Robert. Anne tersenyum ramah dan Andrew hanya membalas menatap ke arah Robert. " Kami akan langsung ke kamar, tolong kau bawa makanan ke kamar " perintah Andrew. " Baik tuan " jawab Robert. Andrew merangkul pinggang Anne dan membawanya ke lantai tiga tempat kamar utamanya. Andrew dan Anne melewati para pelayan yang berbaris sejajar. Anne mengedarkan pandangannya. Terdapat lampu gantung yang besar ditengah ruangan tamu dan beberapa lemari kaca yang indah dimana lemari-lemari tersebut menyimpan koleksi piala-piala Andrew. Andrew membuka kamar dan terdapat kasur berukuran king size ditengah ruangan. Luas kamar tiga kali lebih besar dari kamar utama di hotel sukses membuat Anne terkejut dan kagum. " Drew kamar kita luas sekali, ini jauh lebih luas dari kamar hotel yang kita tempati. " Kata Anne takjub. Anne berjalan mengitari kamar dan melihat isi kamar mereka. Terlihat kursi dan meja di sudut kamar dan didepannya ada tivi layar datar yang besar terpajang di dinding kamar. Terdapat meja hias dengan kaca yang besar lengkap dengan peralatan makeup nya. Anne berjalan ke arah balkon dan ketika ia tiba di balkon betapa senangnya Anne ketika melihat hamparan rumput yang hijau dan asri. Banyak juga pohon-pohon yang tidak terlalu besar dan tinggj menghiasi di pinggiran taman bunga. Banyak macam-macam bunga di dalam pot dan dirawat dengan baik. Tak jauh dari taman juga terlihat kolam renang yang lumayan besar. Semilir angin menerpa wajah Anne dan Anne menghirup udara dan menghela nafas sambil memejamkan matanya seakan menikmati angin sepoi-sepoi. Andrew memeluk Anne dan meletakan kepalanya di ceruk leher Anne menikmati aroma tubuh Anne. " Apa kau suka honey " tanya Andrew sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Anne. Anne mengangguk sambil tersenyum. Ia tak menyangka jika Andrew yang bekerja sebagai aktor mampu membeli mansion mewah dengan berbagai fasilitas yang mahal nan elegan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN