Jalan-jalan

1033 Kata
Battery park merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di Battery ujung selatan pulau Manhattan New York city. Taman ini sangat luas dan indah. Banyak wisatawan menghabiskan waktunya hanya untuk bersantai menikmati sunset. Taman ini juga langsung menghadap ke New york Harbor. Pengunjung juga dapat melihat kapal feri yang berlalu lalang dan juga menikmati pemandangan kota. Andrew menghentikan mobilnya di pakiran Battery park. Andrew sengaja ke Battery Park agar ia dan istrinya terhindar dari keramaian dan paparazi yang haus berita akan dirinya. Andrew mengelus pipi Anne dan mencium hidung Anne. " Honey bangunlah, kita sudah sampai " ucap Andrew dengan lembut. Andrew menatap intens wajah Anne. Entah mengapa setiap ia menatap istrinya selalu membuat jantungnya berdetak lebih kencang. Belum ada respon dari Anne dan ia kembali mencium pelipis mata Anne. Perlahan Anne membuka matanya dan terkejut ketika wajah Andrew sangat dekat dengannya. Sontak Anne menjauh dari wajah Andrew. Andrew tersenyum melihat keterkejutan Anne. Istrinya ini sangat menggemaskan. " Ayolah honey kenapa kau terkejut seperti itu ? aku ini suamimu bukan hantu " canda Andrew. Andrew kembali mendekatkan wajahnya pada Anne dan langsung melumat bibir Anne yang menggoda. Anne yang belum siap akan serangan itu mendorong d**a Andrew karena kehabisan nafas. Andrew tertawa melihat tingkah istrinya itu. " Kita turun honey sebelum aku menerkammu di sini " ucap Andrew. Andrew membuka seat belt Anne dan membuka pintu mobil. andrew turun dari mobil dan disusul oleh Anne. Semilir angin sepoi-sepoi menerpa wajah Anne ketika ia keluar dari mobil. Anne meligat sekelilingnya dan takjub ketika ia melihat laut. Anne segera berlari ke tepian melihat lebih dekat ke arah laut dan melihat kapal feri yang sedang melintas. Anne mengangkat tinggi tangannya merasakan hembusan angin di kulitnya. Andrew segera menyusul Anne yang nampak begitu bahagia. Andrew memeluk Anne dari belakang dan meletakkan kepalanya di ceruk leher Anne. " Apa kau suka honey ?" tanya Andrew. " Iya, aku suka laut " jawab Anne singkat. Anne menggenggam tangan Andrew dan membawanya jalan menyusuri Battery park. " Drew, liat itu segerombolan burung." tunjuk Anne ke arah burung-burung. Andrew hanya mengangguk dan tersenyum. Hati Andrew menghangat ketika melihat Anne tersenyum bahagia. Ya melihat istrinya senang merupakan kebahagiaannya. Anne melepaskan pegangan tangannya dari Andrew dan berlari. Kemudian Anne berhenti dan berbalik menghadap Andrew. Anne bersorak pada Andrew dan ia berteriak. " Andrew, I love you " teriak Anne pada Andrew. Andrew yang mendapatkan pernyataan itu dari Anne langsung membalas ucapan Anne. " Love you too, honey " balas Andrew tak kalah keras suaranya dari Anne. Andrew dan Anne saling melambaikan tangannya dan tertawa. Memang ini terkesan kekanak-kanakan bagi Andrew tapi untuk kebahagian Anne tak apalah ia melakukannya. Seketika senyuman Andrew memudar melihat beberapa orang mendekat ke arah Anne. Anne yang melihat perubahan raut wajah Andrew menjadi bingung. Andrew segera berlari ke arah Anne dan ia langsung menggenggam tangan Anne. Sorotan cahaya kamera mengarah ke Anne dan membuat matanya sedikit pedih. Andrew yang mengetahui istrinya silau karena cahaya lampu kamera langsung meletakkan tangannya ke arah mata Anne agar mata Anne tak langsung terkena cahaya kamera. " Apa anda sedang jalan-jalan bersama istri anda tuan Andrew " tanya salah satu wartawati pada Andrew. " Iya " Jawab Andrew singkat. Andrew mengeluarkan ponselnya dan mendial angka dua. Andrew membawa Anne untuk pergi dari segerombolan wartawan tersebut. Ia tidak berniat melayani para wartawan ini karena menurutnya kehidupan pribadinya bukanlah konsumsi publik.Tapi langkah mereka dihadang oleh wartawan yang memiliki banyak pertanyaan untuk pasangan yang baru menikah ini. " Bagaimana perasaan anda ketika menikah dengan seorang gadis pelayan kafe " tanya wartawan yang memiliki perawakan tubuh tambunnya ini. Seketika Anne menatap ke arah wartawan tersebut dan wartawan itu membalas dengan seringaian yang menurut Anne merendahkan Anne. Anne menatap ke Andrew. Tidak dipungkiri jika ia memang sangat beruntung menikah dengan Andrew yang merupakan seorang aktor terkenal sedangkan ia hanya orang dari kalangan rendah. " Saya jatuh cinta pada istri saya pada pandangan pertama ketika saya berumur 15 tahun. Saya sangat bahagia menjalani pernikahan dengan istri saya." jawab Andrew dengan tatapan sengit pada wartawan tambun itu. " dan saya jelaskan kalau kehidupan pribadi saya bukan untuk konsumsi publik dan saya harap kalian jangan memberitakan yang tidak-tidak apalagi berkaitan dengan istri saya " tegas Andrew kepada para wartawan. Tak lama kemudian empat orang bodyguard Andrew datang dan menghalau para wartawan agar menjauh dari tuan dan nyonya mereka. Andrew menarik tangan Anne untuk berjalan menuju parkiran di mana mobil mereka berada. Ketika andrew dan Anne telah masuk ke dalam mobil, Andrew melihat Anne yang tampak murung duduk disebelah nya. Andrew memasangkan seat belt Anne dan melihat ke dalam mata Anne. " Tidak usah dipikirkan honey" ucap Andrew sambil mengelus pipi Anne. Anne melihat Andrew dengan dengan tatapan sedih. " Drew, kenapa kau memilihku yang hanya seorang pelayan kafe menjadi istrimu ? bukannya banyak wanita yang menyukaimu bahkan mereka jauh lebih cantik dari diriku ?" tanya Anne. Andrew menghela nafas mendengar pertanyaan Anne. Ternyata istrinya ini memiliki perasaan yang sensitif akan omongan orang. " Aku mencintaimu sejak kau berumur 8 tahun honey. Apa kau lupa kejadian dimana waktu itu kau dikejar anjing gila ditaman kota ?" tanya Andrew yang mencoba untuk mengingatkan Anne pada awal perjumpaan mereka dulu. Anne nampak berpikir tentang ucapan Andrew. Kemudian ingatannya kembali ke masa ia pernah ditolong seseorang karena ia dikejar oleh anjing gila di taman kota. " aku ingat sekarang " seru Anne antusias. " dan jangan bilang kalau kau adalah pria yang menolongku dulu " tanya Anne pada Andrew. " thats right honey, it's me " jawab Andrew sambil tersenyum. Anne menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia sama sekali tidak menyangka kebetulan ini. " Benarkah itu " tanya Anne lagi. " Iya istriku " Andrew memeluk erat Anne. Andrew kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Anne. " Berjanjilah padaku honey, apapun yang terjadi tetaplah bersamaku. Aku tidak bisa hidup tanpamu " kata Andrew. " Anne yang melihat kesungguhan dari dalam mata Andrew tak mampu berkata apa-apa. Anne hanya bisa mengangguk dan tanpa ia sadari air mata keluar dari mata indahnya. " Hei honey don't cry " ucap Andrew sambil menghapus air mata Anne. Anne hanya bisa mengangguk dan tersenyum lembut mendapat perlakuan manis dari suaminya itu. Andrew menghidupkan mesin mobil dan segera melajukan mobilnya meninggalkan Battery park.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN