Sementara Arsenio masih mematung sambil melihat istrinya berlalu menuju ruang ganti pakaian. Terbesit pikiran kasihan saat melihat Diane berjalan dengan sedikit kesulitan karena ulahnya semalam. Namun mau bagaimana lagi dia tidak mungkin sanggup menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Diane, sementara gadis itu selalu terlihat menggoda di matanya. Bahkan rasa kasihan itu kini berubah menjadi seulas senyum samar di bibir Arsenio karena mengingat indahnya pertarungannya semalam. Melupakan kebingungannya soal nama panggilan yang dimaksud oleh istrinya. Arsenio kemudian berlalu menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri seperti apa yang dikatakan oleh sang istri. Namun di dalam kamar mandi, Arsenio justru semakin bertanya-tanya soal apa yang sebenarnya diinginkan oleh istrinya itu.

