Sungguh hal itu membuat Arsenio ingin sekali mengeluarkan Glock Meyer miliknya di dalam saku celananya. Ya, Arsenio tidak akan pernah meninggalkan senjata andalannya itu saat menghadapi musuh seperti Luke ini. Andai sesuatu yang membahayakan dirinya terjadi secara tiba-tiba, maka Arsenio akan selalu siap dengan senjata api kesayangannya itu. "Mulutmu semakin pedas. Apa mungkin karena pengaruh aroma parfum wanita di ruangan ini?" Luke tertawa sambil menatap daun pintu berwarna coklat kemerahan di hadapannya itu. Bahkan Luke dengan sengaja memancing amarah Arsenio dengan menyebut aroma parfum wanita. Jelas Luke sedang membahas istri Arsenio. Dan sepertinya Luke benar-benar telah mengetahui soal pernikahannya. Karena awalnya Arsenio sangat meragukan hal itu, namun kali ini dia percaya b

