Meski volumenya yang tidak terlalu tinggi, namun tetap saja Arsenio dengan jelas mendengar dan itu sangat mengganggunya. Arsenio dengan sangat malas beranjak dari tempat tidur lalu meraih ponsel yang sedari tadi bergetar dan mengganggu momennya. "Hmm?" sambut Arsenio sambil mendekatkan ponsel ke telinga kanannya. "Tuan, seseorang bernama Luke datang mencari anda," ucap Teddy terdengar sangat pelan di speaker ponsel milik Arsenio. Dan Arsenio tahu apa yang sedang terjadi saat ini. Seketika rahang Arsenio mengeras. Terlihat pergerakan di wajah sang penguasa itu saat mendengar Teddy menyebut nama Luke. "Hubungi Darren dan suruh timnya segera amankan gedung dan unit!" desis Arsenio menahan amarah yang begitu besar. Hati-hati bukan karena dirinya takut akan kedatangan rival abadinya itu.

