Diane kembali menggeleng-gelengkan kepalanya. Menunduk, lalu kembali meratapi hidupnya yang terus berjalan atas kehendak orang lain. Dirinya merasa tidak pernah mempunyai daya untuk mengatur kehidupannya sendiri. "Aku yakin kau mengerti, dan suatu hari nanti kau akan lebih paham lagi bagaimana cara menjadi istri seorang Arsenio Alexander Murphy dengan baik." "S-siapa?" beo Diane kembali terhenyak dengan fakta yang baru saja dia dengar dia dengar dari suaminya. Arsenio meraih tubuh istrinya kasar. Mencengkram erat kedua bahu sang istri, Arsenio menatap Diane dengan tatapan penuh intimidasi. "Arsenio Christopher Alexander Murphy!" jawab Arsenio mendesis menyebut nama lengkapnya di hadapan sang istri, tepat di depan wajah yang telah basah itu. Ini adalah kali pertama dirinya mengucapkan n

