Mata Kinan menyipit menyesuaikan cahaya yang masuk kematanya. Diedarkan pandanganya ke sekitar. Ini bukan kamarnya ataupun rumah sakit. Kinan beringsut duduk lalu menyandarkan tubuhnya sambil memijit pelipisnya. Kinan melihat ke sekitar dengan lebih jelas. Ia berada di sebuah kamar ukuran minimalis. Tetapi rapi dan sangat bersih. Kamarnya pun sangat harum. Tempat tidur yang sekarang ia tempati. Hanyalah spring bed kecil yang hanya muat dua orang. Seorang pria mendorong pintu dengan kakinya. Dan masuk sambil membawa nampan berisi makanan. Napas Kinan tercekat di tenggorokan. Ia meremas kuat sprei di bawahanya. Ia berpikir pria itu menderita tanpanya dan anak-anak. Ternyata tidak ada yang salah. Malah pria itu terlihat lebih... ehm.. tampan dan dewasa mungkin. "Sudah bangun?" Kina

