Part 16

1551 Kata

Kinan menggandeng Dea dan Dami yang masih saling memandang penuh kekesalan. Bibir keduanya sama-sama mengerucut. Dami masih berusaha memukul Dea. Begitu juga Dea. "Malu tuh diliatin Papa." Bisik Kinan. Keduanya langsung terdiam. Tapi tak lama kembali bertarung lagi. Bagi Kinan. Kedua anaknya ini seperti ayam jago. Disetiap kesempatan selalu sana bertarung. "Iya Bunda. Mbak Dea kan emang nggak punya malu. Suka marah-marah juga. Dami liat sms nya langsung marah-marah Bun. Padahal kan Dami cuman kepo. Kenapa Mbak Dea senyum-senyum kayak orang gila. Sebelum gila beneran harus Dami selametin Bun." Kata Dami membuat mata Dea melotot kesal. "Penyakit kepo kamu tuh harus dimusnahkan!" Kesal Dea memajukan bibirnya. Dami tertawa mengejek, menjulurkan lidahnya. Rayhan terbahak. "Udah-udah.. kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN