Luka Terakhir

523 Kata

Walau sedalam lautan kau menaruh harapan, setinggi gunung menggantungkan keyakinan, dan serapi lembaran buku menata skenario. Jika Allah tidak menggariskan dia untukmu, musnahlah segalanya dalam sekejap. —Elis Sri W ***  (Adilah) “Saya terima nikah dan kawinnya, Aliyah Syarifah binti Ahmad Mubarak dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!” Hatiku remuk mengingat kalimat sakral yang terucap tegas dari bibir Pak Rizal. Nama dia langsung kulempar sejauh mungkin detik itu juga hingga hatiku tak lagi menemukan. Dia bukan milikku. Dia bukan takdirku. Camkan, Adilah! Aku sudah berusaha melupakan, namun kalimat sakral itu terus merasuki pikiranku. Ingin sekali menghapus ingatan hari kemarin agar aku tak pernah mendengarnya. Aku sungguh merana, mampu melepaskan tapi gagal mengikhlaskan. Ketega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN