Bab 32

1692 Kata

Syakilla sedang berdiri di depan lobby pusat perbelanjaan di Kuala Lumpur, sesekali matanya melirik jam tangan yang melingkar manis di tangan kanannya. Dia sudah berada di sini lebih dari 15 menit, namun orang yang ditunggunya belum juga datang. Matanya nampak sedang mencari-cari sesuatu, bukan sahabat yang ditunggunya atau hal lain. Melainkan ia sedang mencari kursi untuknya duduk. Karena jujur saja saat ini kakinya sudah seperti akan patah, belum lagi pinggangnya yang juga sedikit sakit jika terlalu lama berdiri. Tak lama berselang yang ditunggu datang dari arah pintu masuk setelah melewati x-ray. “Maaf, ya, Ra, lama,” Ranti segera memeluk sahabatnya itu dan saling memberikan kecupan di kedua pipi masing-masing. “Ya sudah, sekarang kita mau ke mana? Aku sudah nggak tahan berdiri lama,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN