PELUK

1623 Kata

Sagara terbangun lebih dulu dari Jena, pria itu menatap ke arah Jena yang kembali tidur disampingnya. Sagara mengusap dahi Jena dengan ringan. Sagara terus menatap Jena hingga sepuluh menit berlalu. Pria itu benar-benar tidak akan merasa bosan walaupun dia hanya menatap Jena yang sedang tertidur pulas. Tak ada kata yang keluar dari bibir Sagara. Hingga akhirnya Sagara berdiri dengan perlahan dan melepaskan lengannya yang menjadi bantalan untuk Jena. Pria itu mencium kening Jena sekilas sebelum akhirnya beranjak untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Dia belum sempat mandi setelah percintaan hebat mereka. Bahkan mereka melewati beberapa ronde yang menyenangkan. Jika bukan karena Jena kelelahan, Sagara dapat melanjutkan kegiatannya hingga matahari datang. Tubuh Jena benar-benar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN