Jam dinding sudah menunjukkan pukul delapan malam, Sagara mendekati meja Jena dan dua orang yang masih menetap di sana. Jena memang pergi setelah menandatangani kontrak sewa rumah dengan Sagara karena dia harus membuat laporan terkait barang yang baru saja datang. "Sudah jam delapan, lebih baik kalian pulang," ujarnya dengan suara yang dapat di dengar oleh ketiganya. Dua orang tadi menurut karena tidak ingin membuat marah Sagara, walaupun pria itu terlihat tidak sedang ingin marah. Disana akhirnya tersisa Jena dan Sagara. Jena masih fokus dengan laptop yang menyala dengan cahaya terang membuat dia sendiri merasa sakit mata jika harus menatapnya dalam jangka waktu yang lama. "Jena, pulanglah sudah malam," suruhnya ketika Sagara berada di depan perempuan itu. Jena mendongak bersamaan den

