Jena yang enggan menyelesaikan makannya itu kini tengah bingung. Haruskah ia membuang makanan itu atau tetap memakannya? “Habiskan makanan itu. Tapi kalau kau tidak menyukainya, tinggalkan saja,” ucap Sagara dengan dingin membuat Jena menoleh ke arah pria yang kini sedang mengangkat piringnya dan berlalu begitu saja. Mendengar ucapan Sagara, Jena hanya bisa terdiam mematung untuk sesaat. Ia akhirnya memutuskan untuk menyuap makanan ke dalam mulutnya. Suara gemericik air dari wastafel menciptakan atmosfer yang tenang ditengah keheningan yang mendera. Meski kenyataannya di dalam hati, Jena merasa perasaannya bercampur aduk saat ini. Rasa malu merayap di hatinya, bersamaan dengan rasa menyesal dan kebingungan. Jena tidak tahu bagaimana mengubah situasi yang canggung ini. Sesekali, mata J

