Chapter 41

1524 Kata

Danica mengeluarkan foto usang, bergambar wajah sahabat ibunya dari dalam kotak kayu. Ia mengamati wajah cantik yang tersenyum manis. Seorang yang fotogenic. Sepertinya jiak di foto dengan model seperti bagaiamana pun, hasilnya akan sangat dramatis karena wnaita itu memiliki wajah yang ekspresif. Tapi yang Danica ingat tentang Tante Ajeng adalah, seorang wanita yang sangat kurus. Rambut yang menipis parah bahkan hampir botak. Bulu alisnya juga ikut menipis. Wajahnya sangat tirus dengan bibir yang seperti monyong, tebal, dan pecah-pecah. Tak ada yang menarik dari Tante Ajeng, yang ada bahkan sangat miris dan kasihan. Jika diingat lagi, tubuh sakit Tante Ajeng, serupa dengan ayahnya. Tersisa tulang dan kulit saja. Setiap kali ibunya dan Danica berkunjung, Tante Ajeng akan sangat senang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN