Chapter 39

1542 Kata

Prasaja merasa kalau dirinya sudah dimanfaatkan Danica. Gadis itu hidup sangat tenang dan bahagia, sednagkan Prasaja hari-harinya dilalui untuk memikirkan bagaimana agar gadis itu baik-baik saja. Agar Danica terus melihatnya sebagai sesuatu. Tapi, tak ada balasan. Prasaja tidak terima. Ia akan mengulangi lagi merayu Dnaica. Prasaja sudah rapi. Ia sudah akan keluar dari kamar ketika ponselnya berdering. Keluhan keluar dari bibirnya. "Ada apa lagi, Farah?" tanya Prasaja tanpa menyembunyikan kekesalannya. "Kamu tahu kan, ini pagi hari, dan saya bukan pengangguran. Saya harus kerja." "Saya Cuma mau omong sebentar." "Lima menit." "Ini bahkan tidak memakan waktu lima menit, Mas." "Oke, ada apa?" "Ada yang mau saya bicarakan dan ini harus dibicarakan langsung. Kamu yang datang ke sini at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN