“mama” panggil Aslan kepada Selena yang sedang menekan tombol lift.
“iya sayang?” jawab Selena mengalihkan perhatiannya menuju Aslan.
“Aslan tadi ada Homework dari miss Gia, mama bantu Aslan ngerjainnya yaa” pinta Aslan membuat Selena tersenyum mengelus pipinya.
“sure, nanti kita kerjain bareng-bareng.” jawab Selena membuat Aslan tersenyum senang.
“Aslan bawa bukunya?” tanya Selena yang dibalas anggukan oleh Aslan. “kak Kanzie sama Aydin gimana? Ada PR juga?” tanya Selena menatap Kanzie dan Aydin yang berdiri sambil memeluknya.
“ada, tapi Kanzie lupa nggak bawa bukunya” jawab Kanzie sambil mengeratkan pelukannya di perut Selena.
“Aydin nggak ada” jawab Aydin bangga.
“iyalah orang Adek bolos tadi” ejek Aslan membuat wajah Aydin cemberut.
“kan kita bolos bareng” balas Aydin tidak mau kalah. ini adalah salah kakak-kakaknya yang membuat rencana tanpa tau waktu berakhir membuat papanya marah besar.
“tapikan kakak udah tanya miss Gia jadi hitungannya kakak masuk” jawab Aslan membuat alasan yang diangguki setuju oleh Kanzie.
“yoon dude stop” ucap Selena menghentikan pertengkaran antara kakak beradik ini. “kalian bertiga sama-sama salah karena udah bolos sekolah, okay” lanjut Selena.
“nanti tante telfon uncle Toni suruh anter bukunya Kanzie ke bandara aja, nanti kita belajarnya di hotel dan Aydin nanti belajar sama tante lewat Ipad. Masalah Selesai” ucap Selena lagi membuat mereka bertiga diam.
“Aydin mau pake buku juga mama” ucap Aydin
“kan Aydin nggak ada homework” ucap Selena
“Aydin mau beli buku aja dehh” saut Aydin tiba-tiba berubah pikiran.
“nanti kita beli di bandara gimana?” tanya Selena yang dibalas anggukan oleh Aydin.
“Aslan juga mau ma” saut Aslan yang Selalu iri dan bertengkar dengan Aydin. Seminggu berhubungan dengan mereka Selena sudah mulai terbiasa dengan tiga krucilnya.
Kanzie yang sok cool tetapi manja, Aslan yang emosian tapi penyayang dan terakhir Aydin si polos, manja dan berisik.
“iya nanti sekalian kalian beli buku aja semua, tapi kalo sempet yaa. Kalo nggak sempet beli disini kita beli di Singapore” ucap Selena yang diangguki oleh ketiganya. Bukankah mereka anak yang sangat penurut dan pengertian?!
Ting…
“ayo keluar” ajak Selena ketika pintu Lift terbuka.
“papaaa” teriak Aydin berlari ke arah Xavier yang ternyata sudah berdiri di depan ruangannya dan melihat mereka berempat keluar dari lift.
“hai dude” sapa Xavier menangkap Aydin yang melompat ke arahnya.
“papa” sapa Aslan memeluk pinggang Xavier sedangkan Kanzie dia masih setia berdiri sambil memeluk Selena tidak menghiraukan eksistensi ayahnya.
“Kanzie, di sapa dulu papanya” bisik Selena yang di balas anggukan oleh Kanzie langsung berjalan kearah Xavier mencium telapak tangannya lalu kembali di sebelah Selena untuk memeluknya.
“Selena, kamu siapkan saja barang-barang punyamu” perintah Xavier yang dibalas anggukan canggung oleh Selena. Dia terbiasa dengan Kanzie,Aslan dan Aydin kalo mereka hanya ber-empat tapi kalau di depan papanya dia tidak bisa, hatinya merasa aneh dan dia tidak suka ini.
“Kanzie ayo sama papa” ajak Xavier yang di balas gelengan oleh Kanzie. Sepertinya dia masih canggung dengan Xavier karena permasalah tadi?!
“tidak papa pak, Kanzie biar sama saya” ucap Selena yang dibalas anggukan oleh Xavier dan langsung masuk kedalam ruangannya dengan Aydin dan Aslan.
“ayo sayang” ajak Selena kepada Kanzie untuk masuk kedalam ruangannya.
“Kanzie tunggu tante sebentar ya, tante mau nyiapin barang” pinta Selena yang di balas anggukan oleh Kanzie. Sebenarnya tidak banyak barang yang dia bawa, hanya ipad, peralatan kantor,dompet,charger, make up, skincare dan itu semua sudah dia kemas sebelumnya jadi tinggal mengecek dan memasukkan barang yang belum di masukkan.
“paspor Kanzie sama adek-adek di bawa?” tanya Selena yang dibalas anggukan oleh Kanzie.
“Kanzie” panggil Selena
“yes mam, Kanzie bawa” jawab Kanzie dengan ogah-ogahan.
"Kanzie" panggil Selena kepada Kanzie yang sedari tadi diam lalu duduk tepat di sebelahnya.
"Mama I need your hug" ucap Kanzie dengan matanya yang memerah mengulurkan kedua tangannya kearah Selena.
"Ughh...my baby boy, come here baby" bala Selena langsung memeluk tubuh Kanzie sambil mengelus rambutnya halus
"What's wrong baby? Kalo Kanzie mau nangis, nangis aja. Mama di sini sama Kanzie"
"Mama hikss...hikss" tangis Kanzie pecah seketika setelah mendengar ucapan Selena.
Kanzie adalah anak laki-laki yang sudah memasuki usia Remaja tahap awal, hari-harinya pasti terasa sulit ditambah lagi sejak kecil dia harus belajar tanggung jawab untuk adik-adiknya.
Memiliki dua adik, sosok ibu yang pergi meninggalkan mereka, dan ayah yang bekerja setiap waktu. Bukankah semua itu membuatnya mau tidak mau harus memiliki sikap dewasa?!.
"Sayang, kamu mau cerita ke tante?" Tanya Selena yang dibalas gelengan oleh Kanzie.
"Okay, that's okay. Kamu boleh nangis sepuasnya kalo gitu" lanjut Selena menanggapi gelengan kepala Kanzie.
8 menit kemudian barulah Kanzie Selesai dengan tangisannya dan Selama itu juga Kanzie tidak melepaskan pelukannya meskipun itu untuk seatu detik dari Selena.
"You're my mama" ucap Kanzie tiba-tiba membuat Selena bingung harus menjawab apa. Dia ingin menjawab tidak tapi hatinya tidak rela ditambah apa yang dikatakan Kanzie bukanlah pertanyaan tapi pernyataan dan kalau dia menjawab iya, nyatanya dia bukanlah ibu dari Kanzie.
"Yes I'm. di hati Tante, Kanzie itu anak tante. Jadi karena itu Kanzie bebas menunjukkan semua sifat Kanzie di depan tante. Kanzie anak baik, Kanzie pinter, Selama ini Kanzie udah melakukan yang terbaik, Tante bangga sama Kanzie. papa Kanzie juga pasti bangga ada Kanzie di hidup papa"
"Can I call you mama?" Tanya Kanzie membuat Selena tersenyum hangat lalu mengubahnya menjadi senyum jail.
"Bukannya Kanzie udah panggil Tante mama dari beberapa hari yang lalu? Kok telat bilangnya?" Canda Selena membuat Kanzie tersenyum malu dan langsung menenggelamkan kepalanya d**a Selena.
"Silly boy" ejek Selena. "Udah yuk ke papa kamu, pasti mereka udah nungguin lama" ajak Selena yang dibalas anggukan oleh Kanzie.
Tok...tok...tok...
"Langsung masuk aja" jawab Xavier dari dalam ruangannya.
"Mama lama lagi" semprot Aydin tiba-tiba ketika Selena memasuki ruangan Xavier.
"Aydin, nggak sopan" peringat Xavier membuat Aydin memajukan bibirnya kesal.
"Nggak papa pak, udah biasa" jawab Selena.
Drrrtt... drrrtt.... Drrrt...
"Permisi pak saya angkat telfon dulu" pamit Selena ketika mendapati supir pribadi Xavier menelfon.
"Halo pak"
"..."
"Oh iya pak, kita turun sebentar lagi, makasih ya pak" ucap Selena langsung mematikan panggilannya.
"Pak mobilnya sudah di depan" ucap Selena yang di balas anggukan oleh Xavier.
"Ayo kids kita kebawah" ajak Xavier kepada anak-anaknya.
"Aslan" panggil Xavier kepada Aslan yang masih asyik memainkan game di iPad nya.
"Bentar pah dikit lagi menang" jawab Aslan tidak menghiraukan panggilan Xavier.
"Aslan, yuk kebawah" ajak Selena sambil mengelus kepala Aslan.
"Okay" jawab Aslan yang seketika membuat Xavier kaget, sedikit mengesalkan bukan? Dia ayahnya tapi anaknya malah lebih menuruti perkataan orang lain.
"iPad Aslan tante yang simpen yaa" ucap Selena yang diangguki oleh Aslan.
"Okay, Kalau gitu kita ke bawah sekarang" ucap Xavier yang pergi dengan menggendong Aydin.
*****
"Mama, kita nggak jadi beli buku?" Tanya Aydin kepada Selena yang berjalan menggandeng tangannya menuju pesawat.
"Nanti kita beli di sana aja ya, nggak papa kan?" Tanya Selena yang dibalas anggukan oleh Aydin.
"Buku apa Sel?" Tanya Xavier penasaran menatap Selena dan Aydin bergantian.
"Buku gambar pak, Aydin minta di beliin buku tadi"jawab Selena.
"Mereka sering minta-minta ke kamu?" Tanya Xavier penasaran
"Kadang pak, tapi dalam batas wajar kok" jawab Selena jujur.
"Jangan terlalu diturutin permintaan mereka, nanti jadi manja" ucap Xavier yang membuat Selena kesal mendengarnya.
"Pak kan saya bilang dalam batas wajar, lagipula kalau bukan orang dewasa yang nurutin permintaan mereka siapa lagi? Anak kecil seumuran mereka itu wajar kalau manja karena memang belum waktunya bagi mereka untuk bersikap dewasa" ucap Selena menjawab pernyataan aneh Xavier sesuai dengan isi hatinya.
"Kamu udah punya anak Sel?" Tanya Xavier curiga, bisa-bisanya dia di ceramahi oleh perempuan yang bahkan belum merasakan pahitnya pernikahan.
"Belum pak, tapi saya percaya bisa ngurus anak lebih baik daripada bapak" sarkas Selena langsung pergi menggandeng Aydin menuju Kanzie dan Aslan yang berjalan di depannya.
"I think I'm fall in love with her" lirih Xavier tanpa sadar sambil tersenyum menatap Selena yang tertawa bersama anak-anaknya.
"Waitt--- what? Oh no, that's too fast. No, remember she's your secretary" ucap Xavier setelah menyadari apa yang baru saja dia bicarakan.
Bersambung....