Jordan mengerutkan keningnya tidak senang. Dia sudah selesai membereskan dapur dan peralatan makan hingga kembali bersih seperti semula. Namun hasilnya, dia justru dikunci di luar kamar oleh istrinya. Jordan hanya bisa menghela napas panjang, beruntung dia selalu membawa kunci cadangan. Katakanlah dia sejak awal seolah telah menduga kalau istrinya bisa saja menguncinya di dalam kamar. Alasan setiap hari dia bisa tetap tinggal dan tidur satu kasur dengan Rowena tentu saja karena dia memiliki kunci otomatis yang bisa membuka jenis pintu apapun. Meski agak membutuhkan waktu untuk membukanya, namun itu tidak menjadi masalah. Ketika pintu kamar sudah berhasil dia buka, Jordan masuk ke dalam. Mengambil kunci yang jatuh ke lantai karena dia dorong saat membobol pintu kamar tadi. Jordan tidak lu

