"Aku menginginkanmu." Rowena menyipitkan kedua matanya, menatap Jordan dengan ekspresi waspada di wajahnya. Dia menaruh curiga pada perkataan pria ini, jelas tidak bisa mempercayainya dan takut kalau-kalau Jordan akan meminta sesuatu yang sulit untuk dia lakukan. "Menginginkan dalam hal apa? Selama bukan sesuatu hal yang aneh-aneh, aku bisa memenuhinya." "Tidak ada persyaratan seperti itu sebelumnya. Perjanjian kita adalah, siapapun yang kalah akan memenuhi semua permintaan yang memenangkan taruhan. Aku masih menyimpan rekamannya." Jordan dengan sigap memutar rekaman suara berisi perjanjian taruhan keduanya. Hal itu membuat Rowena semakin merasakan firasat buruk sedang menunggunya. Dia menyesal karena terlalu meremehkan pria ini. Siapa sangka kalau Jordan terlalu pandai dalam segala ha

