"Apa yang kaulakukan, Mas? Mengapa kau memilih mengikuti keinginan Kania?" Lirihku pelan. *** Pikiranku kalut dan tak menentu. Mengapa di saat kami ingin memperbaiki rumah tangga ini kembali. Wanita itu harus kembali mengusik ketenangan kami. "Ini bu, kunci mobilnya Pak Bayu." Pak Satpam itu menyerahkan kunci mobil Mas Bayu kepadaku. "Terima kasih, pak. Malam ini tolong titip mobilnya dulu di sini. Insya Allah besok pagi akan kuambil. Aku bawa motor soalnya," ucapku. "Baik Bu. Jangan khawatir. Aman." Aku mengangguk. Ku angsurkan sebuah lembaran merah padanya. Dengan menunduk malu, ia pun menerimanya. "Terima kasih, bu." Aku hanya mengangguk pelan. Tubuhku lunglai, sejenak kuputuskan untuk duduk di dekat pagar ini. Mencoba menenangkan perasaanku lebih dulu. Rasa takut dan khawatir a

