Aku mengerutkan kening. Saat kutahu nama penelepon itu ternyata adalah Mas Reyhan. Ada apa gerangan ia menelponku? *** Tak ingin membuang waktu, dengan cepat aku menggeser gambar telepon hijau ini dan langsung menjawab panggilannya. Mungkin ada informasi yang ingin ia sampaikan padaku. "Halo!" ujarku menyapanya lebih dulu. "Alina, aku ada di belakangmu, bisa kau berhenti sebentar?" "Mas Reyhan ada di sini?" Batinku bertanya. Segera saja aku menoleh ke belakang guna memastikan ucapannya. Tampak jelas di belakangku, sebuah mobil sedan berwarna hitam sedang mengekor di sana. Aku kembali menatap layar ponselku lalu memberikan jawabannya. "Baik mas." Aku menepikan mobil ini perlahan. Pikiranku kini penuh dengan tanya, mengapa Mas Reyhan menyusulku. Apakah ada sesuatu yang penting? Bany

