"Maaf, ada perlu apa ya dengan mama?" Tanya gadis itu padaku. "Di mana Kania? Katakan di mana wanita ular itu berada?" Cecar Bu Maryam padanya. *** Gadis itu menghentikan aktivitasnya bermain ponsel. Ia menatapku dan Bu Maryam secara bergantian, dengan tatapan penuh tanya. "Mbak Kania dari kemarin belum pulang kesini ...," jawabnya. "Lalu, ada dimana dia?" Aku memotong cepat ucapannya. "Maaf ...!" Seseorang datang menyela, membuatku langsung menoleh. Kulihat Bu Maryam langsung berdiri dengan kasar, dengan sorot matanya yang menyeringai. Seorang wanita, dengan pakaian semi formal lengkap dengan sepatu setinggi lima centimeter yang dipakainya itu melihat kami dengan tatapan tanya. Aroma parfumnya yang lembut tercium dari tubuhnya, Dilihat dari penampilannya, sepertinya beliau hendak b

