Mata Bu Delia memandang foto diri Kania yang tergantung di dinding ruangan ini. Sesekali ia tampak memejamkan mata, seolah memanggil kembali ingatan masa lalunya. Tak lama, ia membuka kisah masa lalu Kania, kisah di mana semua gangguan psikologisnya berawal. *** "Sejak kecil, Kania sangat dekat dengan Alm. Papanya. Bahkan saat tidurpun dia juga ingin ditemani papanya. Hubungan mereka berdua sangat akrab. Apapun keinginannya selalu di kabulkan oleh Alm. Papanya. Namun, sejak kecelakaan yang menewaskannya, Kania merasa sangat terpukul dan kehilangan. Ia jadi sering diam dan lebih suka menyendiri." "Kecelakaan itu terjadi saat usia Kania masih sepuluh tahun. Kematian papanya membawa dampak besar bagi Kania. Tak hanya di rumah, Kania juga menutup diri di sekolahnya. Beberapa temannya sering

