Bab 74

844 Kata

"Lalu, di saat itulah Kania mengenal Mas Bayu. Apa begitu Bu Delia?" Aku mendesaknya. *** Ia mengangguk. Membenarkan pernyataanku. "Iya, itu benar. Mbak Alina." "Kania dan Bayu berkenalan disaat pertunangannya dengan Arif sudah berjalan beberapa bulan. Aku sebenarnya tidak mengetahuinya, karena aku yakin Kania tidak akan mengkhianati Arif, karena ia sendiri yang memaksa Arif agar menerima dirinya sebagai pengganti Jeni. Tapi, aku salah. Ternyata yang dibutuhkan Kania adalah perhatian seseorang. Dan itu yang ia dapatkan dari Bayu, suamimu. Mbak Alina." Bu Delia diam sejenak, dadaku kini mulai bergemuruh, mungkin rasa cemburu mulai menguasai pikiranku, namun, segera kutepis. aku tak ingin rasa semua usahaku akan berakhir sia sia. Tak lama kulihat Bu Delia menyandarkan punggungnya di sofa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN