bc

CEO GALAK

book_age18+
22
IKUTI
1K
BACA
others
scandal
sweet
serious
like
intro-logo
Uraian

Yang orang-orang lihat memang dia CEO galak, dingin, dan suka seenaknya. Orang-orang hanya melihat tiga ciri-ciri itu.

Beda dengan Brianna yang harus selalu melayani CEO yang menyebalkan itu. Sangat teramat menyebalkan.

Jika saja ada lowongan pekerjaan lain, Brianna ingin saja pindah dari pekerjaan yang rumit ini.

Menjadi sekretaris CEO itu susah-susah gampang.

chap-preview
Pratinjau gratis
Briana
Brianna atau yang lebih singkatnyo dipanggil Ana membenturkan kepalanya ke meja kerjanya. Ia sudah sangat lelah dan kesal karena ulah atasannya. Tidak terhitung berapa kali Ana membuka, membaca, mengetik ulang semua yang diinginkan tetapi terus saja ditolak. Dengan alasan 'tidak sesuai dengan yang diminta.' Lalu seperti apa lagi yang diminta? Jelas-jelas pria itu meminta ia untuk mencari, menyusun tentang kemajuan-kemajuan kantor tetapi terus menerus ditolak. Ia pikir gampang untuk menyusunnya?! Ingin rasanya Ana melempar bos-nya itu dari gedung atas ini ke lantai bawah agar tidak ada lagi bos yang seperti dia. Tapi sayang, Ana tidak ada nyali untuk itu. Bisa-bisa ia masuk dalam buku hitam nantinya, yang membuat ia tidak bisa bernafas dimana-mana. "Saya tunggu setelah jam makan siang nanti." See? Seenak dan se-enteng itu pria yang barusan lewat berucap. Dia Gama Harold, CEO kantor ini yang menyebalkan. Kata Ana. Pria itu menyelonong pergi tanpa merasa kasihan kepada wajah Ana yang benar-benar minta dikasihi. Ana berdiri dan meninju-ninju udara, seakan-akan ia sedang menonjok bos-nya yang menyebalkan itu. "Galak, kejam, hidup pula," gumam Ana penuh kekesalan. Bukan sekali ini Ana mendapatkan hal-hal seperti ini. Tetapi sudah sering, sangat sering. Kata Ana, sih ... sudah menjadi makanan sehari-hari Ana. "Dia makan enak-enak, makan nasi, steak, roti. Giliran gue makan hati gara-gara sikap dia yang tidak berperikemanusiaan." Ana tidak berhentinya menggerutu. Terkadang Ana pernah berpikir untuk melompat saja dari atas gedung ini, karena kekesalan yang tertahan oleh ulah bos-nya itu. Gama. Namun ia kembali berpikir sehat, nanti adiknya satu-satunya mau dikemanakan? Hidup tanpa adanya orang tua membuat Ana harus berperan sebagai orang tua untuk adik laki-laki satu-satunya. Ana terus mengerjakan tugasnya, agar cepat-cepat selesai. Karena masih banyak hal yang lebih menyebalkan dari ini yang harus ia kerjakan. *** Jam makan siang sudah tiba, tetapi Ana lebih memilih untuk mengerjakan ini terlebih dahulu. Ia malas untuk mendapatkan semprotan dari Gama. "Habis ini terserah, deh! Mau lo terima apa enggak! Kebangetan banget lo kalau lo gak terima ini nanti!" ucap Ana menggebu-gebu. Benar-benar iblis Gama jika ia tidak menerima juga berkas ini nantinya. Benar-benar minta disumpahi jika ia menolak. "Awas aja kalau gak lo terima. Keluar ntar sumpah serapah gue ke lo." Ana masih berfokus pada komputer. Ia mengabaikan ponselnya yang beberapa kali berdering, tanda panggilan masuk. Ia tahu, itu panggilan masuk dari teman kantornya yang mengajaknya untuk makan bersama di kantin. "Nih." Sebuah kotak makanan datang ke hadapannya, dibawakan oleh seseorang. "Makanan untuk makan siang kamu." Ah, itu Gama. Ternyata bos-nya ini ada baiknya. Ana merasa bersalah karena telah mengata-ngatai bos-nya ini. Ternyata bos-nya tidak seburuk yang ia pikirkan selama ini. "Terimakasih, Bos!" ucap Ana bersemangat. "Sama-sama. Tapi gaji kamu saja potong untuk bayar makanan ini. Kamu pikir gratis?" Rahang Ana hampir jatuh karena benar-benar terkejut dengan ucapan bos-nya ini. Serius?! Ana tarik segala pujiannya yang ia ucapkan dalam hati tadi. Ternyata bos-nya itu tetap b******n yang tidak berperikemanusiaan. Tidak ada hati! Dan lihat sekarang. Ia pergi tanpa merasa bersalah sedikitpun terhadap Ana. "Gue sumpahin gak bakalan dapat jodoh lo! Membujang sampai tua, mampus lo!" gumam Ana menatap marah ke arah Gama yang telah hilang dibalik pintu. Apa yang mau Ana harapkan dari Gama? Kebaikan? Cih! Sama sekali dan tak akan pernah Ana dapatkan kebaikan dari Gama. Gama itu iblis yang menjelma menjadi manusia. Manusia hanyalah topeng. Aslinya ia adalah iblis. "Jangan lupa, yang saya minta!" Gama kembali menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Tanpa memperdulikan wajah Ana yang telah memerah karena kesal. "Gue santet juga lo ntar lama-lama!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.0K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
6.1K
bc

Kali kedua

read
222.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.4K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook